Film Jangan Menyerah, Ibu Tayang Perdana di IIBF 2026, Angkat Perspektif Ruh

Penulis: Valdi Pratama  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:48:01 WIB
Teaser film Jangan Menyerah, Ibu diperkenalkan perdana di panggung Indonesia International Book Fair 2026.

JAWA BARAT — Film Jangan Menyerah, Ibu resmi memperkenalkan teaser perdananya di panggung Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026, Sabtu (3/10). Karya garapan sutradara Rako Prijanto ini diproduksi SinemArt dan dibintangi Citra Kirana serta Roy Sungkono, dengan rencana tayang akhir tahun 2026. Berbeda dari drama keluarga lain, film ini memilih sudut pandang ruh di alam Lauhul Mahfuz.

Hanum Rais kembali ke dunia perfilman setelah film 99 Cahaya di Langit Eropa yang mengangkat tema peradaban Islam. Kali ini ia menghadirkan drama keluarga lewat Jangan Menyerah, Ibu, sebuah karya yang lahir dari perjalanan panjang penantian, perjuangan, dan harapan untuk memiliki keturunan.

Suasana haru menyelimuti acara Bedah Buku dan Produksi Film Jangan Menyerah, Ibu di IIBF 2026. Dalam kesempatan itu, teaser dan tampilan perdana film ditayangkan untuk pertama kalinya di hadapan pengunjung.

Perspektif Ruh di Alam Lauhul Mahfuz

Jangan Menyerah, Ibu membawa pesan yang personal sekaligus universal: di mana ada harapan, di situ ada kehidupan. Selama manusia memelihara harapan, selalu ada alasan untuk terus melangkah.

Yang membedakan film ini dari karya sejenis adalah pilihan sudut pandangnya. Alih-alih mengikuti tokoh manusia, cerita diambil dari perspektif ruh.

"Kita ambil perspektif ruh di alam Lauhul Mahfuz yang bisa melihat dan mendengar apa yang diusahakan dan diikhtiarkan calon kedua orang tua. Inilah yang menjadi keunikan drama keluarga ini," ujar sutradara Rako Prijanto.

Pesan Dokter Lula Kamal soal Menjaga Harapan

Dokter Lula Kamal hadir dalam acara tersebut sebagai mantan pejuang dua garis. Ia menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga harapan di tengah perjuangan memperoleh keturunan.

"Yang digarisbawahi dalam buku dan film Jangan Menyerah, Ibu adalah bagaimana kita selalu mampu memelihara harapan, menghangatkannya, meskipun terkadang harapan dihadapkan kegagalan berulang. Di situlah keluarga berperan," tuturnya.

Dari I Am Sarahza ke Jangan Menyerah, Ibu

Novel yang menjadi dasar film ini sebelumnya dikenal dengan judul I Am Sarahza. Kini karya tersebut hadir melalui Terra Pustaka dengan judul baru, Jangan Menyerah, Ibu.

"Pergantian judul ini menjadi penanda babak baru perjalanan karya tersebut sekaligus membawa pesannya kepada audiens yang lebih luas," tutur Ayi Fahrudin, produser film dari SinemArt.

Film Jangan Menyerah, Ibu diproduksi oleh SinemArt dan disutradarai Rako Prijanto, dengan Citra Kirana dan Roy Sungkono sebagai pemeran utama. Film ini direncanakan tayang pada akhir tahun 2026.

Kehadiran film ini menambah daftar drama keluarga Indonesia yang mengangkat tema kesuburan dan dinamika rumah tangga, segmen yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten menarik penonton bioskop tanah air.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: kapanlagi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top