Rumah Warga Cimerak Pangandaran Ambruk, Penghuni Tunggal Mengungsi ke Rumah Kerabat

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 12:16:31 WIB
Rumah milik Ai Kokom Karningsih di Dusun Sirnagalih, Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak, Pangandaran, ambruk dan tidak dapat lagi ditempati.

PANGANDARAN — Bangunan yang ambruk merupakan rumah tinggal milik Ai Kokom Karningsih, warga Dusun Sirnagalih, Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak. Kerusakan terjadi merata pada struktur bangunan hingga membuat rumah tersebut tidak bisa lagi ditempati.

Ai Kokom diketahui tinggal sendiri di rumah tersebut. Tidak ada anggota keluarga lain yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung, sehingga tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka.

Penghuni Dianjurkan Mengungsi Demi Keselamatan

Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana menyatakan pihaknya telah mengimbau pemilik rumah untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Langkah itu diambil karena kondisi bangunan dinilai membahayakan keselamatan penghuni.

"Penghuninya tinggal sendiri. Untuk sementara, korban kami anjurkan mengungsi ke rumah kerabat demi keselamatan," kata Nana saat dihubungi Minggu (4/10/2026).

Anjuran tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemindahan sementara Ai Kokom ke kediaman kerabat terdekat. Pemerintah desa turut mendampingi proses evakuasi penghuni.

Petugas Bersihkan Material Reruntuhan

Petugas Tagana bersama aparat Desa Limusgede mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi bangunan. Mereka melakukan assessment guna menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lanjutan.

Proses pembersihan material bangunan yang berserakan juga dilakukan pada hari yang sama. Puing-puing sisa reruntuhan dibersihkan agar lokasi tidak membahayakan warga sekitar.

"Ikut membersihkan material reruntuhan," ujar Nana.

Bantuan Logistik dan Hunian Sementara Disalurkan

Penanganan awal dilakukan dengan memberikan sejumlah kebutuhan bagi Ai Kokom. Bantuan yang disalurkan meliputi hunian sementara, material bangunan, terpal, serta logistik dan bahan pangan.

Material bangunan disiapkan untuk mendukung perbaikan rumah yang rusak parah. Sementara terpal dan logistik diberikan untuk memenuhi kebutuhan harian penghuni selama masa tanggap darurat.

Pemerintah desa dan Tagana masih mendata kebutuhan lanjutan bagi korban. Proses pemulihan rumah akan menyesuaikan hasil assessment kerusakan yang telah dilakukan petugas di lapangan.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: radartasik.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top