JAWA BARAT — Laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Thailand digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau penonton memakai transportasi umum dan menyiapkan sejumlah rute alternatif untuk mengurai kepadatan di sekitar kawasan GBK.
Perebutan juara ketiga antara Malaysia dan Vietnam lebih dulu berlangsung pukul 16.00 WIB, sebelum partai puncak Indonesia versus Thailand kick-off pukul 20.00 WIB. Dua laga dalam satu hari membuat arus kendaraan menuju Senayan diprediksi menumpuk sejak sore.
Imbauan resmi disampaikan lewat akun Instagram TMC Polda Metro Jaya. Masyarakat yang hendak menonton diminta mengatur waktu perjalanan dan mempertimbangkan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.
Korlantas Polri menyiapkan sejumlah titik parkir untuk menampung kendaraan penonton. Lokasinya tersebar di beberapa gedung dan area terbuka di kawasan Senayan.
Dishub DKI Jakarta menyatakan pengaturan lalu lintas akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan kepadatan di lapangan. Rute alternatif disiapkan untuk mengalihkan kendaraan yang tidak berkepentingan menuju GBK.
Pengendara dari Blok M yang hendak menuju utara (Tanah Abang) bisa lewat Jalan Panglima Polim, Jalan Kyai Maja, Jalan Sultan Iskandar Muda dengan putar balik di depan Gandaria City, lalu Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Penjernihan, dan Jalan KH. Mas Mansyur.
Untuk tujuan barat (Slipi), ambil jalur serupa hingga Jalan Tentara Pelajar, kemudian lanjut ke Jalan Letjen S. Parman.
Dari Blok M menuju timur atau Kampung Melayu, gunakan Jalan Trunojoyo, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Gunawarman, Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Kapten Tendean, Jalan H.R. Rasuna Said, Jalan Prof. Dr. Satrio, dan Jalan Raya Casablanca.
Dari Tanah Abang menuju Blok M, pengendara dapat melewati Jalan KH. Mas Mansyur, Jalan Penjernihan, Jalan Pejompongan, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Kyai Maja, lalu Jalan Panglima Polim.
Dari Slipi menuju selatan (Blok M), rute yang disarankan adalah Jalan Letjen S. Parman, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Bumi, Jalan Kyai Maja, dan Jalan Panglima Polim.
Sementara dari Slipi menuju timur (Tebet), ambil Jalan S. Parman, Jalan Pejompongan, Jalan Penjernihan, Jalan RM Margono, Jalan Galunggung, Jalan Dr. Saharjo, Jalan Prof. Dr. Soepomo, dan Jalan MT Haryono.
Pengendara dari Tebet menuju barat (Slipi) bisa melalui Jalan Kapten Tendean, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Trunojoyo, Jalan Kyai Maja, Jalan Sultan Iskandar Muda dengan putar balik di depan Gandaria City, lalu Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan Letjen S. Parman.
Belum ada informasi resmi soal skema rekayasa lalu lintas permanen atau penutupan ruas jalan tertentu. Pengaturan disebut menyesuaikan kondisi di lapangan, sehingga rute alternatif bisa berubah sewaktu-waktu.
Bagi yang tetap membawa kendaraan pribadi, siapkan waktu lebih panjang karena kapasitas kantong parkir terbatas dan akses menuju Senayan bakal padat sejak sore. Transportasi umum seperti MRT dan TransJakarta tetap jadi pilihan paling aman menghindari kemacetan di sekitar GBK.