Cuaca Bandung Selasa 6 Oktober 2026 Diprakirakan Berawan, Suhu 16-31 Derajat Celsius

Penulis: Wendra Kusuma  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 07:17:01 WIB
Langit Bandung diprakirakan berawan dengan suhu 16-31 derajat Celsius pada Selasa, 6 Oktober 2026.

BANDUNG — Langit Bandung diprediksi lebih banyak tertutup awan sepanjang periode prakiraan. Data BMKG menunjukkan suhu terendah menyentuh 16 derajat Celsius, sedangkan suhu tertinggi diprakirakan mencapai 31 derajat Celsius.

Selisih temperatur itu membuat warga Bandung akan merasakan dua kondisi berbeda dalam satu hari. Pagi dan malam cenderung lebih dingin, sementara siang menghangat mendekati angka tertinggi.

Kelembapan 39-97 Persen, Udara Terasa Lembap

Kelembapan udara diprakirakan bergerak di rentang 39 hingga 97 persen. Angka itu menandakan udara bisa terasa lebih lembap, terutama saat suhu berada di kisaran rendah.

Kondisi lembap sering membuat suhu 16 derajat Celsius terasa lebih dingin dari angka yang tercatat. Warga yang beraktivitas pagi sebaiknya menyiapkan jaket atau pakaian berlapis.

Peringatan Hujan Sedang-Lebat di Awal Oktober

Dalam prakiraan cuaca sepekan, BMKG mengingatkan wilayah Jawa Barat masih perlu mewaspadai potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat secara lokal pada periode awal Oktober.

Peringatan itu berlaku untuk kawasan Jawa Barat secara umum, termasuk Bandung dan sekitarnya. Potensi hujan lokal bisa muncul meski prakiraan harian menyebut cuaca didominasi berawan.

Apa Artinya bagi Warga Bandung?

Cuaca berawan tidak otomatis berarti bebas hujan. Warga yang hendak beraktivitas di luar ruangan tetap disarankan memantau pembaruan prakiraan BMKG sepanjang hari.

Bagi pengendara, langit berawan bisa menurunkan jarak pandang saat berkendara di pagi hari. Sementara bagi petani dan pelaku usaha luar ruangan, selisih suhu 16-31 derajat Celsius perlu diantisipasi agar tidak mengganggu jadwal kerja.

BMKG merilis prakiraan ini sebagai bagian dari pembaruan cuaca harian untuk wilayah Bandung dan Jawa Barat. Informasi serupa diperbarui berkala mengikuti perkembangan kondisi atmosfer setempat.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top