JAWA BARAT — Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2, menyusul skor imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu. Gelar ini menjadi trofi internasional pertama Indonesia setelah 35 tahun, dan sejumlah klub elite Eropa langsung memberi apresiasi kepada para pemainnya yang memperkuat Garuda.
Rayo Vallecano menjadi salah satu klub yang paling vokal menyoroti peran pemainnya di skuad Garuda. Klub La Liga itu menyebut Emil Audero sebagai penentu kemenangan Indonesia lewat penyelamatan krusial di adu penalti.
Vallecano memuji aksi Audero yang menggagalkan tembakan penalti terakhir Thailand, sekaligus memastikan Indonesia keluar sebagai juara.
"Juara! Selamat, Emil Audero, juara FIFA ASEAN Cup bersama Indonesia mengalahkan Thailand dalam adu penalti," tulis Rayo Vallecano via Instagram.
"Ia berperan krusial dengan melakukan penyelamatan pada tendangan terakhir yang memastikan gelar juara. Selamat, Emil!" tambah keterangan klub tersebut.
Klub Jerman Borussia Monchengladbach juga memberi selamat kepada Kevin Diks, yang dipercaya sebagai kapten Timnas Indonesia sepanjang turnamen.
"Selamat kepada kapten @KevinDiks2 dan Indonesia atas keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup edisi perdana," ucap Borussia Monchengladbach.
Dua klub Liga Belanda, Ajax Amsterdam dan Go Ahead Eagles, tak ketinggalan menyampaikan apresiasi kepada pemainnya masing-masing, Maarten Paes dan Dean James.
"Indonesia adalah juara FIFA ASEAN Cup! Selamat, @maartenpaes & @timnasindonesia!" tulis Ajax.
Go Ahead Eagles menyoroti kontribusi James yang mencetak gol melalui tendangan bebas dan sukses mengeksekusi penalti dalam babak adu penalti. Klub itu juga mencatat bahwa trofi internasional terakhir Indonesia diraih pada 1991.
OSC Lille menunjukkan dukungan berbeda dengan merilis dua unggahan berisi video dan foto selebrasi Calvin Verdonk setelah laga final. Klub Liga Prancis itu menampilkan momen kebahagiaan Verdonk bersama skuad Garuda.
Keberhasilan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 menandai gelar perdana setelah penantian 35 tahun. Kemenangan atas Thailand lewat drama adu penalti menjadi penutup turnamen yang berjalan ketat, dengan para pemain yang berkarier di Eropa menjadi tulang punggung skuad Garuda.
Apresiasi dari klub-klub elite Eropa menunjukkan bahwa kontribusi pemain di level internasional turut membanggakan klub asal mereka. Rayo Vallecano, Borussia Monchengladbach, Ajax, Go Ahead Eagles, dan Lille sama-sama menyoroti peran pemainnya dalam keberhasilan Indonesia.