Kantor Cabang Perum Bulog Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat serapan gabah dan beras petani mencapai 92.411.420 kilogram atau 92,41 ribu ton setara beras. Capaian itu disebut memecahkan rekor pengadaan beras nasional. Realisasi pengadaan PSO nasional hingga 8 Oktober 2026 menembus 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target 4 juta ton.
KARAWANG — Pimpinan Cabang Perum Bulog Karawang, Rafki Ismael, menyatakan pihaknya terus menggenjot penyerapan gabah dan beras petani di wilayah sentra produksi tersebut. Penyerapan dilakukan secara masif di tingkat daerah melalui penguatan jaringan pembelian serta optimalisasi momentum panen.
Menurut Rafki, hasil itu juga buah dari kolaborasi ketat antara Bulog Karawang dengan petani lokal dan penggilingan. "Sampai saat ini kami sudah melakukan penyerapan gabah dan beras petani setara 92.411.420 kilogram (92,41 ribu ton) setara beras," katanya dalam keterangan yang diterima di Karawang, Jumat.
Rafki menyebut keberhasilan penyerapan dari wilayah sentra produksi seperti Karawang semakin memperkuat cadangan beras pemerintah. Cadangan itu berperan mendukung ketahanan pangan sekaligus stabilisasi harga di tingkat nasional.
Penguatan jaringan pembelian di tingkat daerah dinilai menjadi faktor utama tingginya realisasi serapan. Momentum panen di sejumlah kecamatan juga dimanfaatkan untuk mempercepat pengadaan gabah dari petani.
Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) nasional menembus 4.115.014 ton setara beras. Angka itu setara 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebanyak 4 juta ton.
Capaian tersebut melampaui rekor tertinggi Bulog sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton. Realisasi tahun 2025 tercatat 3,19 juta ton setara beras.
Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras jajaran di lapangan. Apresiasi itu ditujukan termasuk kepada cabang-cabang daerah penyangga pangan seperti Karawang.
Dengan capaian ini, Bulog Karawang menempatkan diri sebagai salah satu penyumbang utama pengadaan beras nasional. Serapan gabah dari petani lokal diharapkan terus berlanjut sepanjang musim panen berikutnya.