Pencarian

Listrik Jampang Kulon Buka Potensi Ekonomi Sukabumi Selatan

Senin, 05 Oktober 2026 • 14:45:02 WIB
Listrik Jampang Kulon Buka Potensi Ekonomi Sukabumi Selatan
Penguatan listrik Jampang Kulon mampu buka potensi ekonomi lokal (Foto: NET)

BANDUNG — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dessy Susilawaty, S.Pd.I. menilai penguatan infrastruktur kelistrikan di Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dapat membuka ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Terakhir kali saya ke daerah Pajampangan, listrik memang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama sampai ke wilayah-wilayah pedalaman,” kata Dessy dalam wawancara.

Menurut Dessy, karakter geografis kawasan Jampang yang luas dan berbukit membuat pengembangan infrastruktur membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi wilayah.

Ia menilai penguatan sistem kelistrikan yang dilakukan di kawasan tersebut dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu sektor yang berpotensi berkembang adalah perikanan. Kawasan Jampang memiliki wilayah pesisir hingga Ujung Genteng dan Ciletuh yang menyimpan potensi ekonomi berbasis hasil laut.

Menurut Dessy, ketersediaan listrik dapat mendukung penggunaan fasilitas pendingin untuk menjaga kualitas hasil tangkapan dan memperpanjang rantai pengolahan produk perikanan.

“Kalau listriknya bagus dan stabil, pelaku UMKM bisa memiliki alat pendingin untuk menyimpan hasil laut. Jadi hasil tangkapan bisa disimpan lebih lama dan tidak harus langsung dijual,” ujarnya.

Dengan dukungan tersebut, hasil laut dapat dikembangkan menjadi produk olahan, dikemas, dan dipasarkan dengan nilai tambah yang lebih besar.

Potensi serupa terdapat pada sektor pertanian. Dessy mencontohkan komoditas singkong yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk makanan.

Produk lokal seperti opak ketan, opak ubi, dan kecimpring juga dapat terus dikembangkan dengan dukungan peralatan produksi yang semakin memadai.

Jampang juga memiliki potensi komoditas hanjeli. Menurut Dessy, keberadaan Desa Hanjeli dapat menjadi contoh bagaimana komoditas lokal dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Ia juga melihat peluang pengembangan industri makanan beku atau frozen food. Kegiatan tersebut membutuhkan fasilitas pendingin yang dapat didukung oleh ketersediaan listrik yang memadai.

Selain energi, konektivitas digital menjadi faktor penting bagi perkembangan UMKM. Menurut Dessy, pelaku usaha semakin membutuhkan internet untuk memasarkan produk dan menjangkau konsumen.

Karena itu, pengembangan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan bersama penguatan konektivitas komunikasi agar masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap informasi, pendidikan, dan pasar.

Dessy menilai manfaat penguatan listrik juga dapat dirasakan sektor pendidikan. Anak-anak memiliki kesempatan belajar pada malam hari, sementara akses terhadap perangkat digital dapat mendukung kegiatan pembelajaran.

Ia mendorong pemetaan potensi ekonomi dan kebutuhan infrastruktur di kawasan Jampang agar pengembangan program dapat semakin terarah.

Menurut Dessy, sinergi pemerintah daerah, PLN, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya akan membantu menghubungkan pembangunan infrastruktur dengan kebutuhan ekonomi lokal.

Dengan demikian, penguatan kelistrikan Jampang Kulon tidak hanya mendukung kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi lokal yang mencakup perikanan, pertanian, UMKM, pendidikan, dan ekonomi digital.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks