Pencarian

Listrik Andal Dinilai Kunci Produktivitas UMKM dan Pertanian di Jawa Barat

Rabu, 07 Oktober 2026 • 09:46:01 WIB
Listrik Andal Dinilai Kunci Produktivitas UMKM dan Pertanian di Jawa Barat
Listrik andal disebut menjadi fondasi kegiatan produktif masyarakat dan pelaku usaha.

BANDUNG — Cecep Darmawan menyoroti bahwa akses listrik menjadi fondasi bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menjalankan berbagai kegiatan produktif. Ketika pasokan tersedia secara andal, warga punya ruang lebih besar memanfaatkan teknologi dan peralatan yang menaikkan produktivitas.

Menurut Cecep, manfaat itu tampak di banyak sektor, mulai dari kegiatan usaha, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, listrik perlu dipandang bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan bagian dari infrastruktur yang memungkinkan terciptanya nilai tambah.

"Listrik harus memberikan efek berganda bagi masyarakat," ujarnya.

UMKM dan Pertanian Jadi Contoh Paling Nyata

Pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), listrik memungkinkan penggunaan mesin produksi, peralatan digital, hingga perangkat penyimpanan yang meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha. Dampaknya terasa langsung pada skala produksi dan kecepatan kerja pelaku usaha.

Di sektor pertanian, listrik dimanfaatkan untuk irigasi, pengolahan pascapanen, dan penyimpanan hasil produksi. Sementara pada usaha makanan, listrik mendukung mesin pendingin dan berbagai peralatan produksi untuk menjaga kualitas produk, memperpanjang masa simpan, serta menambah kapasitas usaha.

Cecep menilai pola pemanfaatan itu membuat layanan kelistrikan perlu memperhatikan karakteristik pelanggan dan aktivitas ekonomi di masing-masing wilayah. Kebutuhan energi kawasan industri jelas berbeda dengan sentra UMKM, kawasan pertanian, maupun pusat perdagangan.

Mengapa Pendekatan Relation Business Relevan

Konteks tersebut dinilai relevan bagi Jawa Barat yang aktivitas ekonominya beragam, mulai dari industri manufaktur dan kawasan perdagangan hingga UMKM dan sektor berbasis teknologi. Perbedaan karakter ekonomi itu turut membentuk kebutuhan kelistrikan yang tidak seragam antarwilayah.

"Ketersediaan listrik yang andal mendukung aktivitas masyarakat dan dunia usaha, sementara pendekatan Relation Business dapat membantu memastikan layanan kelistrikan semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan karakteristik setiap wilayah. Keberhasilan elektrifikasi tidak bisa hanya dilihat dari jumlah sambungan listrik," kata Cecep.

Dengan pendekatan itu, layanan kelistrikan diharapkan tidak berhenti pada penambahan sambungan, tetapi ikut mendorong kegiatan produktif yang berkelanjutan di tiap daerah.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabarekspres.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks