BMKG Bandung: El Nino Kuat Masih Kurangi Hujan di Jawa Barat Sepekan ke Depan, Warga Diminta Hemat Air

Penulis: Zaki Mubarak  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:20:31 WIB
Warga melintas di tengah kondisi udara kering saat fenomena El Nino diperkirakan masih mengurangi curah hujan di Jawa Barat.

BANDUNG — BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mengeluarkan peringatan dini terkait dampak fenomena El Nino yang masih kuat menyelimuti Jawa Barat. Berdasarkan analisis iklim global terkini, indeks Niño 3.4 yang berada di angka +2.02 menandakan intensitas El Nino masih signifikan memengaruhi pola curah hujan di wilayah Jawa Barat pada periode 10 hingga 16 Agustus 2026.

Kepala BMKG Bandung Edi Wibowo menegaskan kondisi ini berpotensi besar membuat sejumlah wilayah di Jawa Barat mengalami hari tanpa hujan yang lebih panjang. Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi cuaca yang lebih kering dari biasanya dalam sepekan ke depan.

Potensi Hujan Lokal Masih Ada di Sore Hari

Kendati curah hujan secara umum diprediksi berkurang, BMKG tidak menutup kemungkinan munculnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa titik. Fenomena ini bersifat lokal dan biasanya terjadi pada sore hingga malam hari.

“Fenomena El Nino masih berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat yang ditunjukkan oleh indeks Nino 3.4 sebesar +2.02,” kata Edi di Bandung, Rabu.

Edi menambahkan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang juga masih berpeluang terjadi. Namun, durasinya relatif singkat dan tidak merata di seluruh wilayah Jawa Barat.

Waspada Bencana Hidrometeorologi di Tengah Kemarau

Meski musim kemarau, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang tetap perlu diwaspadai. BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem jangka pendek tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,” ujarnya.

Menurut Edi, langkah mitigasi paling sederhana yang bisa dilakukan warga adalah menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini penting untuk memastikan drainase tidak tersumbat saat hujan deras tiba-tiba mengguyur.

Imbauan Hemat Air Bersih di Tengah El Nino

BMKG juga menyoroti dampak El Nino terhadap ketersediaan air bersih di Jawa Barat. Dengan berkurangnya curah hujan, pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari diprediksi akan semakin menipis.

Edi mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih sejak sekarang. Langkah kecil seperti menampung air hujan atau menggunakan air bekas cucian untuk menyiram tanaman bisa membantu menjaga cadangan air tanah.

“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi risiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya,” kata Edi.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top