Pencarian

3 Komoditas Pangan Jabar Dipastikan Surplus Hingga Ramadhan 2027 di Tengah Ancaman Kekeringan El Nino

Rabu, 12 Agustus 2026 • 20:02:31 WIB
3 Komoditas Pangan Jabar Dipastikan Surplus Hingga Ramadhan 2027 di Tengah Ancaman Kekeringan El Nino
Petugas menunjukkan stok beras di gudang cadangan pangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bandung, Rabu (12/8/2026).

BANDUNG — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya tetap aman hingga Ramadhan 2027. Jaminan ini disampaikan di tengah kekhawatiran gagal panen akibat musim kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah.

Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, menyatakan proyeksi tersebut mengacu pada pola pemenuhan pangan tahunan pemerintah daerah. Manajemen stok yang terintegrasi dengan Badan Pangan Nasional menjadi kunci utama menjaga stabilitas pasokan.

Beras, Cabai, dan Daging Ayam Jadi Prioritas Utama

Pemprov Jawa Barat menegaskan tiga komoditas utama menjadi prioritas dalam menjaga ketersediaan pangan. Ketiga komoditas tersebut dipastikan akan dijaga dalam kondisi surplus melalui penguatan cadangan pangan daerah.

"Komoditas utama seperti beras, cabai, dan daging ayam akan dipersiapkan agar tetap surplus melalui pasokan cadangan pangan daerah dan optimalisasi masa tanam," kata Linda, Rabu (12/8/2026).

Langkah ini diambil untuk mengendalikan potensi lonjakan harga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Stabilisasi pasokan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat.

Kekeringan Mulai Tekan Produksi Padi di Bandung Barat

Meski stok diproyeksikan aman, pemerintah tidak menampik tekanan yang dialami sektor pertanian. Sejak Juli 2026, sejumlah wilayah Jawa Barat mengalami kekeringan yang berdampak pada penurunan produksi.

"Kekeringan memberikan dampak langsung berupa penurunan proyeksi hasil panen serta risiko gagal panen pada lahan sawah tadah hujan yang kekurangan pasokan air," ujar Linda.

Padi menjadi komoditas yang paling terdampak karena sangat bergantung pada ketersediaan air. Beberapa kawasan di Bandung Barat diperkirakan mengalami penurunan produksi gabah hingga 10–15 persen jika intervensi pengairan tidak segera dilakukan.

Puncak Kemarau Diprediksi Berlangsung hingga Oktober 2026

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026. Kondisi ini meningkatkan risiko gagal panen, terutama pada lahan tadah hujan yang kekurangan pasokan air.

Pemprov Jawa Barat menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan dampaknya terhadap sektor pertanian. Optimalisasi masa tanam dan penguatan cadangan pangan daerah menjadi strategi utama menghadapi periode kritis ini.

Manajemen stok terintegrasi dengan Badan Pangan Nasional diharapkan mampu menjadi bantalan pengaman jika terjadi lonjakan permintaan menjelang Ramadhan 2027.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bandung.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks