KUNINGAN — Tim gabungan yang terdiri dari aparat desa, kecamatan, TNI, Polri, LSM, serta relawan menemukan korban pada hari kelima pencarian. Sehari sebelumnya, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana, S.STP, mengatakan proses evakuasi langsung dilakukan setelah korban ditemukan. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Proses evakuasi sedang dilakukan, korban akan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga,” kata Indra Bayu dalam laporannya, Senin (6/7/2026).
Kakek Jasma berangkat menuju hutan sekitar pukul 12.00 WIB siang. Ia membawa karung dan sabit, peralatan yang biasa digunakannya untuk mencari kayu.
Namun, hingga sore hari korban tidak kembali. Keluarga dan warga setempat kemudian berinisiatif melakukan pencarian sendiri di sekitar lokasi hutan.
Saat pencarian awal, warga hanya menemukan karung dan sabit milik korban di dalam hutan. Kedua barang itu biasa dibawa Kakek Jasma dari rumah. Namun, pemiliknya tidak ditemukan di sekitar lokasi.
Setelah pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, keluarga melaporkan kejadian ini ke aparat desa dan kecamatan. Tim gabungan akhirnya dibentuk untuk melakukan pencarian lebih luas.
Upaya pencarian dilakukan secara bertahap sejak Rabu (1/7/2026) hingga akhirnya korban ditemukan pada Senin (6/7/2026). Tim gabungan menyisir sejumlah titik di kawasan hutan yang biasa menjadi lokasi warga mencari kayu.
Blok Patapan Bulak Jambu, lokasi penemuan korban, berada di area yang cukup terpencil. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya Kakek Jasma.
Pihak BPBD Kabupaten Kuningan mengimbau warga, khususnya lanjut usia, agar tidak pergi sendirian ke hutan tanpa pendampingan. Medan yang berat dan cuaca ekstrem di wilayah perbukitan Ciawigebang kerap menjadi risiko bagi pencari kayu.