JAWA BARAT — Babak kedua Carabao Cup selalu punya cerita rumit tersendiri, dan tahun ini masalahnya jatuh ke pangkuan dua klub sekota, Chelsea dan Fulham. Dalam undian yang berlangsung pekan ini, The Blues dijadwalkan menjamu Luton Town di Stamford Bridge, sementara The Cottagers menerima kunjungan AFC Wimbledon di Craven Cottage. Masalahnya, kedua laga itu jatuh pada hari yang sama: Selasa, 27 Agustus.
Dalam kondisi normal, hal ini tentu tidak masalah. Tapi untuk kawasan padat seperti Fulham dan Hammersmith, kepolisian setempat punya aturan main tersendiri. Menggelar dua pertandingan besar secara bersamaan dalam radius kurang dari tiga kilometer bukanlah perkara sederhana—menyangkut pengalihan lalu lintas, keamanan, dan logistik suporter.
Efek Domino ke Liga Satu: Empat Laga Ikut Terdampak
Kekacauan tidak berhenti di London Barat. Karena laga Carabao Cup Chelsea dan Fulham kemungkinan besar akan dimainkan pada Kamis malam—bukan Selasa—untuk mengakomodasi siaran televisi dan waktu istirahat pemain, jadwal Liga Satu ikut berantakan. Luton Town dan AFC Wimbledon sama-sama dijadwalkan bertanding pada Sabtu (30/8) setelah laga piala.
Jika laga piala mereka dimajukan ke Kamis, maka laga liga mereka harus digeser ke Minggu. Tapi pergeseran itu kembali berbenturan dengan jadwal Liga Satu pada Selasa (2/9) yang sudah penuh. Akibatnya, empat pertandingan lain—melibatkan Wigan, MK Dons, Burton, Stockport, dan Reading—terancam harus dipindah ke Rabu. Artinya, sejumlah tim bisa dipaksa bermain dua kali dalam 48 jam, atau suporter harus mengubah total rencana perjalanan mereka.
Bukan Kali Pertama: EFL Punya Riwayat Kompromi
Ini bukan pertama kalinya EFL harus berkelit dari jadwal yang menumpuk. Pada 2019, Liverpool harus bermain di perempat final Carabao Cup melawan Aston Villa pada 17 Desember, lalu terbang ke Qatar untuk semifinal Piala Dunia Antarklub hanya sehari kemudian. Kompromi pun dilakukan: skuad muda Liverpool diturunkan di laga piala, sementara tim utama bersiap di Doha.
Untuk babak ketiga nanti, EFL sudah menerapkan sistem unggulan agar klub-klub yang berlaga di Eropa tidak saling bertemu. Tapi untuk kasus Chelsea dan Fulham kali ini, solusi jangka pendeknya masih menggantung. Satu hal yang pasti: akhir Agustus nanti akan menjadi malam yang sibuk—dan sedikit gila—bagi sepak bola London Barat.