Bisnis Kuliner Hong Kong Lesu, Pemerintah Andalkan Aturan Ramah Anjing untuk Tarik Pengunjung

Penulis: Valdi Pratama  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 10:17:01 WIB
Pemerintah Hong Kong meluncurkan skema ramah anjing untuk menarik pengunjung restoran.

JAWA BARAT — Skema ramah anjing ini menjadi salah satu strategi untuk membangkitkan kembali sektor kuliner Hong Kong yang lesu. Bloomberg Opinion columnist Juliana Liu menilai langkah ini belum cukup untuk mengembalikan posisi Hong Kong sebagai destinasi kuliner utama.

Penyebab Sepinya Restoran Hong Kong

Kebiasaan warga Hong Kong yang kini lebih sering menyebrang ke kota-kota di China daratan, seperti Shenzhen, menjadi pemicu utama. Biaya makan dan hiburan di sana dinilai lebih terjangkau dengan kualitas setara.

Fenomena ini mulai terasa signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Data tidak resmi menunjukkan penurunan jumlah pengunjung restoran di kawasan pusat bisnis dan perbelanjaan.

Skema Baru: Anjing Boleh Masuk Restoran

Pemerintah Hong Kong meluncurkan skema baru yang memungkinkan pemilik anjing membawa hewan peliharaannya ke restoran yang telah mengantongi izin khusus. Ratusan restoran telah terdaftar dalam program ini.

"Kami berharap inisiatif ini bisa menarik kembali warga yang selama ini enggan keluar rumah karena tidak bisa meninggalkan hewan peliharaan mereka," ujar Juliana Liu dalam program "Bloomberg: The Asia Trade".

Dampak bagi Pelaku Bisnis Kuliner

Bagi pemilik restoran, skema ini membuka peluang segmen pasar baru: pemilik hewan peliharaan yang selama ini terkendala aturan larangan hewan masuk. Namun, Liu menekankan bahwa ini hanyalah solusi jangka pendek.

"Masih diperlukan langkah lebih besar untuk mengembalikan daya tarik Hong Kong sebagai destinasi kuliner," kata Liu. Ia merujuk pada faktor harga sewa yang tinggi dan persaingan ketat dari kota-kota China daratan.

Apa Artinya bagi Investor dan Pelaku Bisnis

Bagi investor di sektor perhotelan dan ritel Hong Kong, skema ini memberikan secercah harapan di tengah tekanan. Namun, analis memperingatkan bahwa perubahan fundamental—seperti penurunan biaya sewa dan peningkatan daya saing harga—tetap menjadi kunci.

Restoran yang mampu beradaptasi dengan cepat—misalnya dengan menyediakan menu khusus hewan atau area terpisah—berpotensi menarik lebih banyak pengunjung. Namun, skema ini belum tentu efektif di kawasan dengan lalu lintas pejalan kaki yang rendah.

Investasi mengandung risiko. Pelaku bisnis disarankan mencermati perkembangan regulasi dan tren konsumen sebelum mengambil keputusan ekspansi.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: bloomberg.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top