BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat mengantisipasi lonjakan kendaraan saat Asia Africa Festival 2026. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan kantong parkir resmi sudah disiapkan di beberapa titik strategis, mulai dari Jalan Naripan hingga kawasan Cikapundung.
“Kalau menemukan parkir liar, akan langsung kami tindak. Tidak boleh ada parkir liar dan tidak boleh ada getok parkir,” kata Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat.
Farhan menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap oknum yang memanfaatkan momen festival untuk memungut biaya parkir secara ilegal. Larangan ini mencakup praktik getok parkir—pungutan seenaknya tanpa dasar tarif resmi—yang kerap meresahkan pengunjung acara besar di ibu kota Provinsi Jawa Barat itu.
“Analisis dampak lalu lintas masih dilakukan oleh Dishub bersama Polrestabes agar pelaksanaan festival berjalan lancar,” ujar Farhan.
Seluruh kebutuhan penyelenggaraan Asia Africa Festival 2026 telah dianggarkan melalui APBD Kota Bandung Tahun 2026. Meski demikian, pelaksanaan festival tetap menyesuaikan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.
“Anggarannya sudah disiapkan sesuai kebutuhan. Memang acaranya lebih sederhana karena efisiensi, tetapi tetap berkualitas,” kata Farhan.
Dinas Perhubungan Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung masih mematangkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi festival. Kajian analisis dampak lalu lintas menjadi dasar penentuan skema pengalihan arus kendaraan dan penempatan petugas di titik-titik rawan kemacetan.
Asia Africa Festival 2026 direncanakan berlangsung di pusat Kota Bandung, menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Pemkot berharap persiapan kantong parkir dan pengawasan ketat ini bisa meminimalkan kemacetan serta memberikan kenyamanan bagi warga dan wisatawan.