Apple Gugat OpenAI atas Dugaan Pencurian Rahasia Dagang, Libatkan Mantan Eksekutif

Penulis: Wendra Kusuma  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:37:31 WIB
Apple menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang terkait pengembangan produk hardware.

JAWA BARAT — Gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California ini menuduh Tan menggunakan nama kode proyek rahasia Apple selama proses rekrutmen OpenAI. Ia juga disebut meminta kandidat pekerjaan membawa komponen hardware Apple ke wawancara, melatih karyawan yang hengkang untuk menghindari prosedur keamanan perusahaan, dan menanyakan detail produk Apple yang belum diumumkan.

Kronologi Dugaan Pencurian dan Karyawan Lain yang Terlibat

Selain Tan, Apple juga menuding Chang Liu, mantan senior systems electrical engineer yang mengabdi delapan tahun di Apple. Liu disebut tidak mengembalikan laptop milik perusahaan setelah pindah ke OpenAI pada 2026 dan menggunakannya untuk mengunduh dokumen teknis rahasia Apple. Dokumen tersebut mencakup informasi tentang teknologi, fitur, dan produk yang belum diumumkan, termasuk spesifikasi teknis, presentasi engineering, dan data proyek kepemilikan.

Liu juga dituding membagikan informasi rahasia Apple kepada sesama eks karyawan Apple yang melamar pekerjaan di OpenAI, bahkan memberi arahan tentang materi yang harus dipelajari sebelum wawancara. Apple menyebut telah mengirimkan surat ke OpenAI pada Februari lalu untuk menyampaikan kekhawatiran ini, namun tidak mendapat tanggapan.

Strategi OpenAI dan Dampak pada Bisnis Hardware

Dalam gugatannya, Apple menyatakan perilaku para mantan karyawannya itu merupakan bagian dari strategi OpenAI untuk mengekstrak informasi rahasia. Strategi tersebut termasuk meminta karyawan Apple membawa desain dan prototipe ke wawancara, serta menjawab pertanyaan soal proses pemilihan komponen dan vendor.

Investigasi Apple mengungkapkan bahwa OpenAI dan mitranya diduga telah menggunakan informasi rahasia Apple saat mengembangkan produk hardware mereka sendiri. Sebagai contoh, gugatan menyebut teknik finishing logam milik Apple digunakan OpenAI setelah menyesatkan mitra dengan mengklaim telah mendapat izin dari Apple.

Kasus ini muncul di tengah rumor OpenAI tengah mengembangkan produk hardware pertamanya yang disebut-sebut bakal menjadi pesaing iPhone. Analis industri Ming-Chi Kuo pada April lalu menduga perangkat tersebut bisa berupa smartphone yang mengandalkan agen AI, bukan aplikasi—sebuah ancaman serius bagi bisnis inti Apple. Tahun lalu, startup perangkat milik mantan kepala desain Apple Jony Ive, io, diakuisisi OpenAI dalam kesepakatan senilai US$6,5 miliar untuk mendukung ambisi hardware perusahaan AI itu. Meski io disebut dalam gugatan, Jony Ive tidak disebutkan.

Tuntutan Apple dan Respons OpenAI

Apple meminta pengadilan melarang OpenAI menggunakan atau mengungkapkan rahasia dagangnya, mewajibkan perusahaan mengembalikan materi rahasia Apple, serta menyimpan bukti terkait kasus ini. Dalam dokumen gugatan, Apple menyatakan, “Ini hanyalah puncak gunung es. Apple tidak memiliki visibilitas terhadap apa yang terjadi di balik pintu tertutup OpenAI, di mana pelanggaran semacam itu dinormalisasi dan dicontohkan oleh kepemimpinan. Sebagai akibat alami, bisnis hardware OpenAI yang baru lahir kini berdiri di atas fondasi paling goyah, busuk hingga ke akarnya karena ketergantungan ilegal pada rahasia dagang yang disalahgunakan.”

Dalam pernyataan resmi, Apple menambahkan bahwa pihaknya selalu melindungi kerja keras dan inovasi timnya. OpenAI merespons setelah publikasi dengan pernyataan di X yang berbunyi: “Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain. Kami tetap fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun.”

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top