Pencarian

PT Astra International Tbk dan United Tractors Siapkan Buyback Saham Rp10 Triliun

Rabu, 05 Agustus 2026 • 16:58:00 WIB
PT Astra International Tbk dan United Tractors Siapkan Buyback Saham Rp10 Triliun

PT Astra International Tbk (Astra) dan PT United Tractors Tbk (UT) menyiapkan dana hingga Rp10 triliun untuk program pembelian kembali saham atau share buyback, di tengah laporan kinerja semester I 2026 yang menunjukkan hasil beragam.

Astra mengalokasikan maksimal Rp8 triliun untuk buyback selama 12 bulan, disetujui dalam RUPSLB 17 Juli 2026, sementara UT mengalokasikan hingga Rp2 triliun untuk tiga bulan. "Astra telah mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp8 triliun untuk 12 bulan ke depan, yang telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 17 Juli 2026. Selain itu, UT juga mengumumkan program pembelian kembali saham baru hingga Rp2 triliun untuk tiga bulan ke depan," ujar Presiden Direktur Astra Rudy.

Sebelumnya, Astra dan UT telah menuntaskan buyback senilai Rp7,4 triliun sejak November 2025 hingga Juni 2026. Astra juga menjalankan management share ownership program (MSOP) pada Juli 2026 untuk menyelaraskan insentif manajemen dengan penciptaan nilai jangka panjang.

Kinerja Semester I: Otomotif dan Jasa Keuangan Naik

Laba bersih Otomotif naik 9 persen menjadi Rp5,9 triliun, Jasa Keuangan tumbuh 6 persen menjadi Rp4,6 triliun. "Pada semester pertama 2026, Grup mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis Otomotif dan Jasa Keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat mengakibatkan penurunan laba bersih Grup secara keseluruhan," ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).

Pendapatan bersih konsolidasian Rp157,9 triliun (turun 3% dari Rp162,9 triliun). Laba bersih tanpa non-recurring items Rp14,9 triliun (turun 7% dari Rp16 triliun); setelah pos nonberulang Rp2,4 triliun, laba bersih final Rp12,5 triliun. Laporan belum diaudit, sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.

Penjualan mobil nasional naik 16 persen menjadi 437.000 unit, mobil Astra naik 10 persen, pangsa pasar 51 persen. Toyota dan Daihatsu tetap dua merek terlaris. Motor nasional naik 1 persen menjadi 3,1 juta unit, motor Honda naik 1 persen pangsa 77 persen. Laba Komponen naik 23 persen menjadi Rp921 miliar. Mobil bekas naik 4 persen menjadi 15.700 unit, kendaraan kontrak naik 13 persen menjadi 29.200 unit.

Pembiayaan baru naik 10 persen menjadi Rp61,8 triliun. Pembiayaan motor Rp2,4 triliun (+4%), mobil Rp1,2 triliun (+6%), alat berat Rp8,1 triliun (+1%) laba Rp130 miliar (+11%). Asuransi naik 7 persen menjadi Rp906 miliar.

Pertambangan Tertekan, Roadmap Baru Diterapkan

Segmen Lain-lain naik 31 persen menjadi Rp1,6 triliun ditopang agribisnis dan properti. Solusi Pertambangan dan Alat Berat turun 46 persen menjadi Rp2,7 triliun akibat minimnya penjualan emas Martabe dan penurunan kuota batu bara RKAB. Martabe sempat berhenti awal 2026, aktif kembali kuartal II.

Astra menjalankan Strategy Roadmap baru sejak Mei 2026, fokus tiga bisnis inti: Otomotif, Jasa Keuangan, Solusi Pertambangan dan Alat Berat, dengan pilar Focus, Clarity, Discipline, Commitment.

"Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis," kata Rudy.

Nilai aset bersih per saham Rp5.763 (+1%), ekuitas pemilik entitas induk naik 1 persen menjadi Rp230,1 triliun.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks