JAWA BARAT — Samsung memperbarui lini kelas menengahnya dengan merilis Galaxy A27 secara global. Ponsel ini hadir dengan sejumlah perubahan signifikan dibanding Galaxy A26, terutama pada sektor dapur pacu dan desain.
Perubahan terbesar ada di sektor prosesor. Samsung beralih dari Exynos 1380 ke Snapdragon 6 Gen 3 yang disebut lebih efisien daya. Langkah ini dinilai sebagai strategi Samsung untuk memperkuat daya saing Galaxy A Series di pasar global.
Galaxy A27 mengadopsi desain modul kamera yang sewarna dengan bodi, mirip yang diperkenalkan pada Galaxy A57 dan Galaxy A37. Samsung menyediakan empat opsi warna: Black, Blue, Light Green, dan Light Pink.
Berdasarkan pengujian GSMArena, varian hitam terlihat minimalis namun permukaan bodinya mudah meninggalkan sidik jari dan debu. Meski begitu, konstruksi perangkat dinilai kokoh dan proporsinya nyaman untuk penggunaan harian.
Samsung membanderol Galaxy A27 varian 6 GB/128 GB di Eropa dengan harga awal 350 euro atau sekitar Rp6,6 juta (kurs Rp18.900 per euro). Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di Indonesia.
Peningkatan performa berbanding lurus dengan penurunan di beberapa sektor lain. Kamera ultrawide Galaxy A27 hanya menggunakan sensor 5 MP, turun dari 8 MP di Galaxy A26. Sertifikasi IP67 yang tahan rendaman air juga berubah menjadi IP64 yang hanya tahan percikan air.
Dengan kombinasi peningkatan prosesor dan pengurangan di aspek kamera serta ketahanan, Galaxy A27 tampaknya menyasar pengguna yang lebih mengutamakan performa harian dibanding fitur fotografi atau perlindungan ekstrem.