Weton dengan Rezeki Melimpah Menurut Primbon Jawa, Ini Ciri-cirinya

Penulis: Redaksi  •  Senin, 13 Juli 2026 | 22:45:53 WIB

Dalam budaya Jawa, weton atau perhitungan hari lahir berdasarkan pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) dan hari dalam seminggu masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai penanda watak, nasib, hingga rezeki seseorang. Kepercayaan ini diwariskan turun-temurun lewat kitab primbon dan tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Salah satu aspek yang sering dibahas dalam primbon adalah weton yang dipercaya membawa rezeki melimpah. Perhitungan ini biasanya didasarkan pada neptu, yakni penjumlahan nilai hari dan pasaran kelahiran seseorang.

Meski begitu, penting dipahami bahwa primbon merupakan bagian dari kearifan lokal dan kepercayaan turun-temurun, bukan patokan ilmiah. Banyak masyarakat memaknainya sebagai pengingat untuk tetap berusaha dan bersyukur, bukan sebagai jaminan mutlak.

Weton yang Dipercaya Membawa Hoki Rezeki

Menurut sejumlah versi primbon Jawa, weton dengan neptu tinggi seperti Selasa Kliwon, Rabu Legi, dan Jumat Pon kerap disebut memiliki "hoki" dalam hal rezeki. Weton-weton ini dipercaya memiliki keberuntungan dalam usaha maupun pekerjaan, terutama jika diiringi kerja keras dan ketekunan.

Selain itu, weton Sabtu Pahing dan Minggu Wage juga sering disebut dalam primbon sebagai weton yang cenderung mudah mendapat rezeki dari jalan yang tidak terduga, seperti rezeki dari relasi atau usaha sampingan.

Namun demikian, para tetua Jawa biasanya mengingatkan bahwa weton hanya salah satu unsur, dan yang lebih menentukan tetaplah sikap, kerja keras, dan doa.

Ciri-ciri yang Sering Dikaitkan dengan Weton Rezeki Melimpah

  • Cenderung ulet dan tidak mudah menyerah dalam berusaha
  • Memiliki banyak relasi yang dipercaya membawa peluang
  • Sering mendapat rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka
  • Dipercaya punya insting bisnis yang kuat
  • Mudah beradaptasi dalam berbagai jenis pekerjaan

Kepercayaan seputar weton dan rezeki ini terus lestari sebagai bagian dari warisan budaya Jawa. Terlepas dari benar tidaknya dalam pandangan masing-masing, primbon tetap menjadi salah satu kekayaan tradisi lisan yang menarik dipelajari sebagai bagian dari khazanah budaya Nusantara.

Reporter: Redaksi
Back to top