JAWA BARAT — Pertandingan yang dinanti akhirnya tiba. Inggris akan menghadapi Argentina di Atlanta Stadium, Rabu (15/7) pukul 20:00 BST, dalam semifinal Piala Dunia 2026. Bagi publik Inggris, ini bukan sekadar laga semifinal biasa — ini adalah kesempatan untuk menulis ulang sejarah setelah enam dekade tanpa tampil di partai puncak Piala Dunia.
Catatan Inggris di turnamen besar dalam satu dekade terakhir terbilang solid, tapi belum cukup untuk mengangkat trofi. Dari semifinal Piala Dunia 2018 yang kandas di tangan Kroasia, kekalahan dramatis adu penalti dari Italia di final Euro 2020, hingga kekalahan dari Spanyol di final Euro 2024 — semuanya berakhir dengan kekecewaan.
Thomas Tuchel, pelatih kepala Inggris, sadar betul beban itu. "Kami ingin memeras habis kemampuan yang tersisa. Kami ingin mengambil langkah berikutnya," ujar Tuchel dalam konferensi pers yang dipenuhi jurnalis hingga berdiri. "Saya suka energi di kamp kami. Para pemain sangat bersemangat dan ambisius. Itulah yang kami butuhkan untuk laga ini."
Laga ini bukan sekadar pertandingan. Sejak 1966, setiap pertemuan Inggris dan Argentina selalu diwarnai ketegangan. Pada perempat final 1966, kapten Argentina Antonio Rattin diusir keluar lapangan, yang memicu kemarahan kubu Argentina. Pelatih Inggris saat itu, Sir Alf Ramsey, bahkan melarang pemainnya bertukar jersey dan menyebut Argentina sebagai "binatang buas."
Dua dekade kemudian, di Piala Dunia 1986, Diego Maradona menciptakan dua gol legendaris: "Tangan Tuhan" yang kontroversial dan solo run yang brilian. Argentina menang 2-1 dan akhirnya menjadi juara. Laga 1998 di Prancis melahirkan kartu merah David Beckham setelah tendangan kecil ke arah Diego Simeone, serta gol solo fenomenal Michael Owen yang berusia 18 tahun.
Pada 2002, giliran Beckham yang membalas dengan gol penalti kemenangan. Argentina protes keras menganggap Owen diving saat dilanggar Mauricio Pochettino. "Ini rival yang sangat besar," kata Tuchel, mengakui bobot sejarah di balik laga nanti.
Inggris datang ke Atlanta dengan status runner-up Euro 2024. Perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 sejauh ini belum sempurna, tapi cukup untuk membawa mereka ke semifinal. Di sisi lain, Argentina datang dengan status juara bertahan yang haus akan pembuktian.
Yang dipertaruhkan bukan hanya tiket ke final. Ini tentang mengubur trauma masa lalu, membalikkan narasi "hampir tapi tak pernah", dan memberi Inggris panggung final Piala Dunia pertama sejak Sir Alf Ramsey mengangkat trofi di Wembley 60 tahun lalu. Laga ini bisa disaksikan langsung di BBC One dan BBC iPlayer mulai pukul 19:00 BST.