KARAWANG — Ratusan siswa SDN Kampungsawah IV di Kecamatan Jayakerta terpaksa beraktivitas dan bermain di dekat tumpukan material bangunan berbahaya. Proyek rehabilitasi gedung sekolah yang menelan anggaran APBD Karawang sebesar Rp 289.283.000 itu dikerjakan oleh CV Sugih Abadi.
Pantauan di lapangan menunjukkan bongkahan kayu bekas atap bangunan berserakan tanpa pagar pembatas, jaring pengaman, atau papan peringatan bahaya. Kayu-kayu lapuk itu masih dipenuhi paku berkarat yang menancap tajam dan menghadap ke atas.
Para siswa dibiarkan beraktivitas hanya beberapa sentimeter dari tumpukan material tersebut. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan anak-anak yang bermain di halaman sekolah.
Dengan anggaran ratusan juta rupiah, pihak rekanan diduga sengaja mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hak anak-anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman justru dikorbankan demi mengejar keuntungan proyek.
Dugaan buruknya manajemen keselamatan ini diperkuat dengan minimnya pengawasan di lokasi. Saat media melakukan konfirmasi, tidak ada satu pun penanggung jawab proyek yang berada di tempat untuk mengatur sterilisasi sisa bangunan.
“Mandor dan pelaksana sedang tidak ada di lokasi proyek,” ujar salah seorang pekerja bangunan singkat saat ditemui di lokasi, Kamis (23/7).
Ketidakhadiran penanggung jawab proyek ini memperkuat dugaan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan rehabilitasi gedung sekolah.
Kasus di SDN Kampungsawah IV ini bukan yang pertama kali terjadi di Karawang. Sebelumnya, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di SDN Rengasdengklok Selatan III. Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang karena sejumlah perusahaan rekanan diduga abai terhadap keselamatan siswa.