Samsung Bawa Baterai Silicon-Carbon ke Galaxy Lain, Kapasitas Lebih Besar di HP Lipat Terbaru

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 07:43:16 WIB
Teknologi baterai silicon-carbon mulai diadopsi Samsung pada Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra dengan kapasitas masing-masing 4.800 mAh dan 5.000 mAh.

JAWA BARAT — Samsung mulai mengadopsi teknologi baterai silicon-carbon pada seri Galaxy Z Fold 8 yang baru dirilis. Dalam sebuah sesi briefing tertutup dengan media Korea, perusahaan mengisyaratkan akan membawa teknologi ini ke lebih banyak ponsel Galaxy di masa depan.

Kapasitas Baterai Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra

Galaxy Z Fold 8 dibekali baterai 4.800 mAh, sedangkan Galaxy Z Fold 8 Ultra hadir dengan kapasitas 5.000 mAh. Angka ini naik signifikan dari 4.400 mAh pada generasi sebelumnya.

Yang menarik, model Ultra justru lebih tipis dari pendahulunya. Ini berkat kepadatan energi yang lebih tinggi dari material silicon-carbon, memungkinkan daya lebih besar tanpa menambah ketebalan bodi.

Mengapa Samsung Lebih Konservatif?

Beberapa produsen lain sudah menggunakan silicon-carbon untuk menghadirkan baterai raksasa — ponsel lipat di atas 7.000 mAh dan ponsel biasa hingga 10.000 mAh. Samsung memilih pendekatan berbeda.

Dalam keterangan resmi yang diterjemahkan dari laporan Kyunghyang Shinmun, Samsung menyatakan, “Kami menerapkan material anoda silicon-carbon ke ponsel untuk pertama kalinya guna meningkatkan kepadatan energi. Prinsip ketat kami soal baterai adalah keamanan, stabilitas, dan ketahanan jangka panjang. Kami hanya menerapkan teknologi ketika sudah mencapai level di mana pelanggan dapat percaya dan menggunakannya dengan aman.”

Pendekatan hati-hati ini bukan tanpa alasan. Riwayat insiden baterai Galaxy Note 7 masih menjadi pelajaran mahal bagi Samsung.

Kapan Teknologi Ini Hadir di Galaxy Lain?

Samsung memberi sinyal bahwa silicon-carbon akan menjadi standar di perangkat Galaxy mendatang. Keputusan penerapan, menurut perusahaan, bergantung pada satu syarat: “apakah baterai dapat membantu meningkatkan pengalaman pelanggan.”

Bocoran dari kalangan industri menyebutkan lini Galaxy S27, yang diperkirakan rilis tahun 2027, akan menjadi kandidat kuat penerima teknologi ini. Jika benar, baterai silicon-carbon berpotensi menjadi fitur standar di jajaran flagship Samsung.

Dampak untuk Pengguna di Indonesia

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini positif mengingat pemakaian ponsel yang cenderung berat — dari multitasking, streaming, hingga mobile gaming. Baterai lebih besar tanpa bobot berlebih adalah kombinasi yang selama ini dinantikan.

Belum ada kepastian kapan ponsel Galaxy dengan baterai silicon-carbon akan tersedia di pasar lokal. Namun, melihat pola rilis Samsung, seri flagship biasanya hadir di Indonesia dalam beberapa pekan setelah peluncuran global.

Yang jelas, era baterai 5.000 mAh di ponsel lipat yang lebih tipis sudah dimulai. Dan Samsung, kali ini, tidak ingin terburu-buru. Mereka lebih memilih aman dan tahan lama.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top