GARUT — Pedagang beras di Pasar Induk Guntur, Kabupaten Garut, masih bisa bernapas lega meski musim kemarau telah berlangsung beberapa pekan. Harga beras kualitas bagus bertahan di angka Rp15 ribu per kilogram, naik tipis Rp500 dari harga normal sebelumnya yang Rp14.500 per kilogram.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan tidak ditemukan kelangkaan atau keterlambatan pasokan dari distributor ke pedagang. Yusep Suryaman mengatakan, biasanya saat kemarau pasokan turun dan harga melonjak, tetapi kali ini berbeda.
"Kami melihatnya sampai saat ini dalam kondisi normal. Biasanya kalau pasokan turun mempengaruhi harga jual, sekarang harga jual stabil, artinya stok aman," kata Yusep saat meninjau ketersediaan pangan pokok di Pasar Guntur, Selasa.
Beras yang dijual di Pasar Induk Guntur tidak hanya berasal dari petani lokal Garut. Yusep menjelaskan, pasokan juga didatangkan dari Tasikmalaya, Kota Banjar, hingga Indramayu. Hal ini menjadi bantalan saat produksi lokal menurun akibat kemarau.
Salah seorang pedagang, Eneng, mengaku beras yang dijualnya dipasok dari petani di berbagai daerah Kabupaten Garut dan juga dari Kabupaten Subang. "Untuk penjualan sehari bisa sampai 1 ton," ujarnya.
Eneng mencatat ada kenaikan harga dari Rp14.500 menjadi Rp15.000 per kilogram sejak memasuki musim kemarau. Namun ia menilai kenaikan itu masih dalam batas wajar dan tidak memukul daya beli masyarakat. Permintaan pasar masih bisa terpenuhi dengan stok yang ada.
Yusep menambahkan, hasil pengecekan di pasar tidak menemukan adanya indikasi penimbunan atau spekulasi harga. "Stok beras tersedia aman, dengan harga stabil di angka Rp15 ribu per kilogram untuk beras bagus," katanya.