MAJALENGKA — Bupati Majalengka Eman Suherman mengungkapkan bahwa perbaikan 4.500 unit RTLH tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah pusat, serta program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). "Jumlahnya belum pernah sebesar ini dan bisa terwujud berkat kerja sama seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat," ujarnya di Majalengka, Minggu.
Realisasi tersebut menandai percepatan signifikan dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebelumnya, backlog RTLH di Kabupaten Majalengka diperkirakan mencapai 11.000 unit, dan kini tersisa sekitar 6.000 hingga 7.000 unit.
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 34,5 miliar dari APBD melalui skema bantuan keuangan desa. Dana tersebut dialokasikan ke 343 desa, masing-masing mendapatkan porsi perbaikan lima unit rumah dengan nilai bantuan Rp 20 juta per unit, menghasilkan total sekitar 1.715 unit RTLH yang tertangani.
Sementara itu, dukungan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui pemerintah pusat berkontribusi menangani 2.150 unit rumah. Kontribusi tambahan datang dari Bank BJB lewat program CSR, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan sejumlah mitra lainnya.
Setelah fokus pada perbaikan rumah, Eman Suherman menyatakan pemerintah daerah akan mengalihkan arah bantuan keuangan desa pada tahun anggaran berikutnya. Prioritas baru diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan lingkungan dan gang permukiman di pedesaan.
"Setiap desa direncanakan memperoleh alokasi sekitar Rp 100 juta guna mendukung pembangunan infrastruktur tersebut sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan," kata Eman. Langkah ini diambil untuk melanjutkan pemerataan pembangunan setelah program perbaikan hunian dinilai berhasil menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.