Wakil Wali Kota Bogor Turun ke Jalan Suryakencana Verifikasi 50 Jukir, Setoran ke Dishub Capai Rp480 Ribu per Hari

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 18:52:01 WIB
Wakil Wali Kota Bogor memverifikasi 50 juru parkir di Jalan Suryakencana terkait penggunaan karcis resmi dan setoran harian ke Dishub sebesar Rp480 ribu.

BOGOR — Pendataan langsung menyasar karcis resmi dan mekanisme setoran dari juru parkir ke komandan regu (danru). Jenal menyebut langkah ini sekaligus menjawab banyaknya aduan warga soal parkir berbayar yang tidak disertai bukti pembayaran sah.

"Lebih kepada pengumpulan data, fakta di lapangan, dan informasi pemberlakukan tiket (karcis) resmi dari Pemkot yang diberikan Dishub. Termasuk proses setoran dari jukir ke danru seperti apa," ungkap Jenal usai inspeksi.

Karcis Resmi Jadi Pembeda dengan Parkir Liar

Jenal menegaskan bahwa karcis parkir merupakan legitimasi utama yang membedakan zona resmi kelolaan pemerintah dengan parkir liar. Menurutnya, parkir tanpa karcis tidak akan pernah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

"Kalau parkir liar kan jelas, tidak menjadi konversi untuk pembangunan daerah," tegasnya.

Verifikasi serupa akan diperluas ke 110 titik zona parkir resmi lainnya yang tersebar di Kota Bogor. Seluruh titik tersebut tengah dievaluasi menyusul adanya temuan di lapangan yang tidak sesuai dengan prosedur.

Target Setoran Rp4 Miliar dan Rencana Digitalisasi

Pemkot Bogor mencatat realisasi pendapatan parkir tepi jalan hingga pertengahan 2026 sudah mencapai sekitar Rp2 miliar. Angka ini setengah dari target akhir tahun yang dipatok sebesar Rp4 miliar.

Untuk meningkatkan transparansi, Jenal memastikan aplikasi digitalisasi pembayaran di zona parkir resmi wajib dijalankan. Nantinya, transaksi yang masuk melalui sistem digital akan langsung tercatat sebagai kas daerah.

"Ini menjadi dasar buat kami menjawab pertanyaan publik tentang parkir resmi pemerintah. Ada total 110 titik zona parkir resmi milik pemerintah. Semua terus kita evaluasi," terangnya.

Pembinaan Berkala dan Respons Jukir di Lapangan

Pemkot berencana menggelar pembinaan bagi para jukir setiap tiga bulan sekali. Para petugas parkir diposisikan sebagai mitra pemerintah dalam menggenjot pendapatan asli daerah, bukan sekadar pekerja lapangan.

Salah seorang jukir di Jalan Suryakencana, Dede, mengaku telah membiasakan diri memberikan karcis kepada pengendara. Bahkan, ia kerap memanfaatkan transaksi digital seperti QRIS agar setorannya langsung masuk ke rekening Dishub.

"Seringnya saya pake QRIS, karena langsung disetorkan ke Dishub," tutupnya.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: bogordaily.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top