Biaya Tani Ditekan, Untung Dinaikkan — Begini Strategi Menteri PU Dody Hanggodo Bangun Infrastruktur Pangan di Merauke

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:04:00 WIB

JAKARTA — Kesejahteraan petani menjadi sorotan utama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam mengawal proyek infrastruktur pangan di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Ia menegaskan pembangunan jaringan irigasi, pengendali banjir, dan jalan di kawasan itu bukan sekadar mengejar target fisik.

"Tidak boleh ada tambahan cost lagi bagi petani. Cost para petani harus serendah-rendahnya. Keuntungan para petani harus setinggi-tingginya. Sehingga kehidupan petani makin hari makin layak, makin bagus," kata Dody dalam keterangannya.

Proyek di Wanam ini menjadi bagian dari dukungan Kementerian PU terhadap program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. Hingga Juli 2026, saluran irigasi primer di Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Merauke sudah terbangun 44 kilometer, atau 32,5 persen dari target 135,4 kilometer, sementara saluran sekunder mencapai 16,31 kilometer dari rencana 61,6 kilometer (26,5 persen).

Di lahan percontohan pertanian seluas 1.200 hektare, jaringan irigasinya sudah rampung 88 persen dengan realisasi 20,45 kilometer dari kebutuhan 24,2 kilometer. Kementerian PU turut membangun infrastruktur pengendalian banjir karena karakter lahan Wanam yang berupa rawa rentan tergenang saat musim hujan — progres Paket I sudah 39,02 persen dan Paket II 36,65 persen.

Untuk menekan biaya angkut petani, Direktorat Jenderal Bina Marga membangun Jalan KSPP Wanam–Muting guna memperlancar distribusi pupuk, benih, alat pertanian, dan hasil panen. Segmen I jalan tersebut sudah mencapai kemajuan 3,59 persen, melampaui target 1,30 persen, dengan 58 kilometer sudah dapat dilalui kendaraan, sedangkan Segmen II sudah 10,06 persen dari target 80 kilometer dengan 50 kilometer trase terbuka.

Proyek ini merupakan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional, yang diproyeksikan menjadikan Wanam salah satu sentra pangan baru di Indonesia timur. Meski begitu, luas kawasan yang tersedia belum tentu berarti lahan siap tanam — kesiapan irigasi, drainase, jalan, benih, pupuk, tenaga kerja, daya dukung lingkungan, hingga hak masyarakat adat tetap harus dipastikan berjalan bersamaan.

Secara nasional, Kementerian PU juga mendorong agar setiap bendungan yang dibangun disertai penyelesaian jaringan irigasi sampai ke lahan petani. Dari 15 bendungan yang ditargetkan tuntas sebelum 2029, luas layanan irigasi diproyeksikan naik dari 184.515 hektare menjadi 263.055 hektare, dan produksi pertanian dari 1,4 juta ton menjadi 2,34 juta ton per tahun.

BPS mencatat produksi padi nasional 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, tumbuh 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya.

Reporter: Zaki Mubarak
Back to top