JAWA BARAT — Usaha peternakan sapi perah di Karangploso bukan sekadar mata pencaharian, melainkan denyut nadi ekonomi warga. Di tengah fluktuasi harga pakan dan kebutuhan modal yang terus menanjak, para peternak kerap kali berjalan di tempat. BRI Peduli hadir dengan pendekatan yang lebih terstruktur, tak sekadar memberi bantuan, tetapi membangun ekosistem usaha yang lebih kokoh.
Alih-alih memberikan bantuan yang bersifat parsial, BRI Peduli mengusung konsep Klaster Unggulan. Melalui skema ini, pembinaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek budidaya hingga tata kelola keuangan. Kelompok Ternak Sumber Karanglo dipilih sebagai salah satu lokus utama karena potensi dan peran strategisnya di wilayah tersebut.
Program ini dirancang untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini membelit peternak, seperti keterbatasan akses permodalan dan teknologi pakan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para peternak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas susu segar secara signifikan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong swasembada susu nasional.
Bagi warga Karangploso, keberadaan program ini memberikan angin segar. Sebelumnya, banyak peternak yang mengelola usaha secara tradisional dengan hasil yang pas-pasan. Kini, mereka mendapat pendampingan untuk membaca kebutuhan nutrisi sapi perah, mengatur komposisi pakan, hingga mengelola kandang dengan lebih higienis.
Peningkatan kapasitas ini diyakini akan berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas produksi. Pada gilirannya, pendapatan para peternak pun berpotensi naik seiring membaiknya kualitas susu yang dihasilkan. Dampak ekonominya terasa luas karena kelompok ternak ini menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
Langkah BRI Peduli ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Program Klaster Unggulan tidak hanya berhenti pada pemberian modal, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan kelompok tani. Hal ini penting agar usaha peternakan bisa dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, BRI menegaskan perannya sebagai agen pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada profit. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan usaha mikro dan kecil di sektor peternakan. Dengan ekosistem yang sehat, para peternak tidak lagi bergantung pada tengkulak dan bisa menikmati margin keuntungan yang lebih adil.
Kedepannya, keberhasilan program di Karangploso ini diharapkan bisa direplikasi di daerah-daerah sentra peternakan lainnya di Indonesia. Dengan begitu, kontribusi BRI terhadap ketahanan pangan dan pemerataan ekonomi semakin terasa nyata di lapangan.