JAWA BARAT — Vivo kembali menghidupkan seri S di India melalui peluncuran Vivo S2. Kehadiran model ini setelah tujuh tahun vakum menunjukkan perubahan strategi besar, terutama dari sisi harga yang kini merangkak naik ke kelas menengah-atas. Alih-alih hanya mengandalkan desain, Vivo S2 mencoba menawarkan kombinasi performa dan daya tahan baterai yang solid untuk kebutuhan harian.
Dapur pacu Vivo S2 menggunakan MediaTek Dimensity 7360-Turbo, chipset yang dirancang untuk menyeimbangkan efisiensi daya dengan kemampuan multitasking. Bagi pengguna yang sering berpindah antar-aplikasi atau bermain game kasual, chip ini disebut cukup mumpuni.
Dari hasil pengujian awal, ketahanan baterai Vivo S2 menjadi sorotan utama. Dalam pemakaian campuran untuk media sosial, streaming, dan komunikasi, ponsel ini mampu bertahan hingga satu hari penuh. Namun, yang lebih menarik adalah performa standby-nya yang impresif—ponsel ini tidak boros daya saat tidak digunakan, sebuah nilai plus bagi mereka yang jarang mengisi daya di siang hari.
Vivo S2 hadir dengan desain inovatif yang langsung membedakannya dari kompetitor di kelas harga yang sama. Meski bahan artikel tidak menyebutkan detail material spesifik, penggunaan layar melengkung memberikan kesan premium dan ergonomis saat digenggam. Ini menjadi daya tarik visual yang kuat bagi konsumen yang menginginkan ponsel tidak sekadar fungsional, tetapi juga fashion statement.
Sampai berita ini ditulis, Vivo belum mengumumkan harga resmi dan ketersediaan Vivo S2 di Indonesia. Peluncuran perdana yang dilakukan di India mengindikasikan bahwa pasar Asia Selatan menjadi prioritas utama. Belum ada konfirmasi mengenai varian RAM dan storage yang akan dijual, maupun tanggal perilisan global.
Kembalinya seri S dengan harga lebih tinggi menandakan Vivo ingin menggeser posisi seri ini dari sekadar ponsel gaya menjadi perangkat harian utama. Dengan chipset Dimensity 7360-Turbo, Vivo S2 menargetkan pengguna yang membutuhkan performa lancar tanpa harus merogoh kocek untuk membeli ponsel flagship. Namun, persaingan di segmen ini cukup ketat, terutama dari merek yang sudah lebih dulu menawarkan chipset serupa dengan harga kompetitif.
Vivo S2 adalah pilihan tepat bagi pengguna yang mendambakan desain premium dengan layar melengkung, tetapi tidak ingin berkompromi soal daya tahan baterai. Jika harga yang ditawarkan nantinya masuk akal untuk pasar Indonesia, ponsel ini bisa menjadi alternatif menarik di kelas menengah. Namun, calon pembeli sebaiknya menunggu konfirmasi ketersediaan lokal dan membandingkannya dengan kompetitor segelintir merek lain yang sudah beredar lebih dulu.