GARUT — Perumda Air Minum Tirta Intan Garut memastikan kapasitas air baku dari sumber mata air Cibolerang mampu mendukung penambahan ribuan pelanggan baru. Jaringan distribusi dari sumber tersebut bahkan disebut menjangkau hingga wilayah Limbangan dengan kapasitas layanan mencapai 10.000 sambungan rumah.
Kepala Cabang Perumda Air Minum Tirta Intan Garut Wilayah Karangpawitan, Dodi Sugandi, mengungkapkan bahwa pelanggan yang telah terlayani selama ini mayoritas berada di sepanjang jalur utama. Masih banyak permukiman di belakang jalan raya yang membutuhkan perluasan pipa distribusi.
Untuk menuntaskan persoalan itu, perusahaan daerah menggandeng DPC APDESI Kabupaten Garut. Sosialisasi program rekrut sambungan rumah digelar di Gedung Serbaguna Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Jumat (7/8/2026), dan dihadiri pengurus dari lima kecamatan.
Ketua DPC APDESI Kabupaten Garut, Drs. H. Oban Sobana, menyebut kolaborasi ini sebagai wujud kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Para kepala desa diminta menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi program kepada warganya.
"Perumda bersama APDESI bekerja sama menyosialisasikan berbagai program kepada masyarakat, salah satunya program penyediaan 4.000 Sambungan Rumah (SR). Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjadi ruang berdiskusi demi kemajuan Kabupaten Garut," ujar H. Oban Sobana.
Dodi Sugandi memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Gunawan. Peran Kepala Desa Cinunuk Ade Hermawan juga disebut krusial sejak proses pengadaan, pembebasan lahan, hingga sumber mata air Cibolerang dapat dimanfaatkan.
Ia menambahkan, penambahan debit air dari Cibolerang menjadi faktor utama peningkatan pelayanan. Kapasitas jaringan yang besar membuat target pengembangan layanan ke depan sangat memungkinkan untuk direalisasikan.
Pada sesi sosialisasi, Kepala Bagian Hubungan Langganan (Hublang) Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, Dasep Kurnia, memaparkan mekanisme pemasangan sambungan rumah baru. Berbagai kemudahan untuk menjadi pelanggan turut dijelaskan di hadapan para kades.
Paparan tersebut memicu diskusi aktif. Sejumlah kepala desa mengajukan pertanyaan terkait teknis perluasan layanan di wilayah masing-masing, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap program penyediaan air bersih ini.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan sosialisasi masih berlangsung dengan suasana diskusi yang konstruktif antara jajaran Perumda dan perangkat desa.