CIREBON — Sebanyak 116 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dinyatakan siap memperkuat kegiatan ekonomi warga. Bupati Cirebon Imron menyebut armada operasional yang telah diterima pengurus koperasi akan menjadi modal utama menggerakkan usaha di tingkat desa.
Imron mengatakan, dukungan pemerintah terhadap KDMP tidak hanya berupa bangunan, tetapi juga kendaraan operasional. Rinciannya, 103 unit mobil truk, 67 unit mobil double cabin, dan 98 unit kendaraan roda tiga telah disalurkan kepada pengurus koperasi.
Keberadaan mobil truk dan double cabin dinilai krusial bagi koperasi desa. Kendaraan ini bisa digunakan untuk mendistribusikan hasil pertanian, logistik, atau produk UMKM dari desa ke pasar yang lebih luas.
“Harapan kami pengurus koperasi bisa menggunakan mobil-mobil ini untuk kepentingan koperasi,” ujar Imron di Cirebon, Minggu.
Imron optimistis penguatan fasilitas ini mendorong perkembangan koperasi sekaligus berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan Kabupaten Cirebon secara keseluruhan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan menjelaskan, KDMP diarahkan menjadi konsolidator atau offtaker produk UMKM. Dengan begitu, koperasi membantu memperkuat pemasaran hasil produksi pelaku usaha kecil.
“Perda UMKM dan Perda Koperasi menjadi dasar regulasi kita untuk mendorong potensi-potensi ekonomi masyarakat,” kata Alex.
Model ini dinilai penting karena sektor UMKM berkontribusi sekitar 97 persen terhadap perekonomian Kabupaten Cirebon berdasarkan data BPS. Penguatan koperasi dan UMKM pun perlu dilakukan secara terintegrasi.
Meski 116 koperasi telah terbangun, pemerintah kabupaten masih memiliki pekerjaan rumah besar. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, sebanyak 288 KDMP lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Dengan adanya koperasi yang menjadi konsolidator offtaker dan UMKM sebagai produsennya, mudah-mudahan kita bisa mendorong perekonomian Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Keberadaan koperasi desa ini menjadi bagian dari program nasional yang diharapkan mampu memangkas rantai distribusi dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku usaha mikro di perdesaan.