Harga Emas Dunia Masih Perkasa, PSAB dan ARCI Pimpin Penguatan Saham Emiten Emas

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 09:56:31 WIB
PSAB dan ARCI memimpin penguatan saham emiten emas pada awal sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

JAWA BARAT — Penguatan dipimpin oleh PSAB yang mencatatkan kenaikan paling tajam di antara emiten emas lainnya. Disusul PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 4,65% ke Rp2.250 per unit, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang menguat 4,45% pada sesi pertama perdagangan.

MDKA dan EMAS Ikut Terdongkrak, ANTM Paling Lambat

Kenaikan juga terjadi pada saham berkapitalisasi besar di sektor ini. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terkerek 4,08%, sementara PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tumbuh 3,01%. Berikut pergerakan lengkapnya hingga pukul 09.28 WIB:

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): +3,25%
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): +2,73%
  • PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM): +1,90%

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan laju ANTM menjadi yang paling tertinggal di antara delapan emiten emas yang diperdagangkan. Namun secara keseluruhan, tidak ada satu pun saham di sektor ini yang berada di zona merah pada awal sesi.

Sentimen Eksternal Masih Menjadi Katalis Utama

Momentum positif ini merupakan kelanjutan dari tren penguatan yang sudah terlihat pada pekan sebelumnya. Investor merespons ekspektasi bahwa harga emas akan tetap bertahan tinggi sepanjang tahun ini, ditopang oleh kebijakan moneter global yang masih longgar dan permintaan bank sentral yang kuat.

Korelasi antara harga komoditas dan saham emiten pertambangan memang cenderung kuat. Ketika harga emas dunia naik, margin keuntungan perusahaan tambang ikut membaik, sehingga valuasi sahamnya terangkat. Kondisi ini membuat saham emas menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin bereksposur terhadap kenaikan harga logam mulia tanpa harus membeli fisik emas.

Apa Artinya bagi Investor?

Penguatan yang merata di seluruh emiten menunjukkan bahwa katalis yang bekerja bersifat makro, bukan fundamental individual perusahaan. Artinya, pergerakan ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap harga emas global dibandingkan kinerja operasional masing-masing emiten.

Bagi investor yang sudah memegang saham-saham ini, momentum positif masih berpeluang berlanjut selama harga emas dunia belum menunjukkan tanda-tanda koreksi signifikan. Namun perlu dicermati, volatilitas harga komoditas bisa berbalik arah sewaktu-waktu jika data ekonomi AS keluar lebih kuat dari perkiraan dan memicu penguatan dolar.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan saham emas juga sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global, sehingga alokasi portofolio tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top