Bupati Garut Syakur Siapkan GUNTARA-GEMAS Jabar untuk 27 Kabupaten/Kota, Fokus Cetak Generasi Berakhlak Sejak Balita

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:59:01 WIB
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima Ketua DPW BKPRMI Jawa Barat Oleh Soleh untuk mematangkan persiapan GUNTARA-GEMAS Jabar di Ruang Pamengkang, Senin (10/8/2026).

GARUT — Kabupaten Garut bersiap menyambut ribuan peserta balita muslim se-Jawa Barat dalam ajang GUNTARA-GEMAS yang puncaknya akan digelar di Pendopo Garut, 25 Agustus 2026. Ketua DPW BKPRMI Jawa Barat, Oleh Soleh, diterima langsung Bupati Abdusy Syakur Amin di Ruang Pamengkang, Senin (10/8/2026), untuk mematangkan persiapan kegiatan yang menyasar anak di bawah usia enam tahun tersebut.

Bupati menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah ini sebagai momentum strategis. “Kompetisi ini mendorong bakat anak-anak yang aktif di masjid,” ujarnya dalam silaturahmi yang digelar pekan ini.

Bukan Sekadar Lomba, tapi Fondasi Moral Generasi Penerus

Syakur menekankan bahwa GUNTARA-GEMAS dirancang sebagai wahana pembinaan masif, bukan acara seremonial tahunan. Menurutnya, penanaman nilai keagamaan dan akhlak mulia harus dimulai dari masa emas pertumbuhan otak anak, periode di mana nilai-nilai ketuhanan paling mudah diterima dan melekat kuat dalam memori emosional.

“Investasi terbesar bagi daerah bukanlah infrastruktur fisik semata, melainkan sumber daya manusia yang berintegritas religius,” tegas bupati. Pendekatan ini diyakini lebih efektif dibandingkan indoktrinasi kaku karena menggunakan metode edukatif-rekreatif yang sesuai dengan psikologi perkembangan anak.

Garut Jadi Episentrum Model Pembinaan Anak Usia Dini

Ketua Umum DPW BKPRMI Jabar, Oleh Soleh, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemkab Garut. Ia menjelaskan kegiatan ini sengaja menyasar kelompok usia dini sebagai pergeseran paradigma pembinaan umat—karakter tidak lagi dibentuk saat remaja, melainkan dimulai lebih awal.

“Kegiatan ini dirancang khusus untuk menstimulasi potensi spiritual dan intelektual balita muslim,” kata Oleh Soleh. Dengan melibatkan peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, Garut diharapkan menjadi episentrum lahirnya model pembinaan yang bisa direplikasi di wilayah lain.

Target Jangka Panjang: Menekan Kenakalan Remaja

Melalui kompetisi yang menyenangkan, anak-anak diajak mencintai masjid dan Al-Qur’an tanpa paksaan. Dampak jangka panjang yang diharapkan pemerintah daerah adalah penurunan angka kenakalan remaja dan peningkatan partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan di masa depan.

Oleh Soleh mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Barat mendukung kesuksesan acara ini, mencakup partisipasi aktif, doa, serta penyediaan fasilitas yang memadai. Kolaborasi antara pemerintah daerah, ormas keagamaan, dan masyarakat sipil disebutnya sebagai kunci keberhasilan program berbasis masjid ini.

“Masa depan peradaban Islam di Jawa Barat sangat bergantung pada seberapa serius kita merawat tunas-tunas iman hari ini,” pungkasnya.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: spirits.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top