TPSA Ciniru Kuningan Terbakar, Asap Tebal Menyelimuti Permukiman Warga Jalaksana

Penulis: Zaki Mubarak  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:15:01 WIB
Petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan api yang membakar tumpukan sampah di TPSA Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Rabu (12/8/2026).

KUNINGAN — Kepulan asap pekat menyelimuti kawasan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, setelah gunungan sampah di lokasi tersebut terbakar pada Rabu (12/8/2026). Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, personel TNI/Polri, petugas pemadam kebakaran (Damkar), hingga aparat kecamatan, desa, dan warga setempat yang bahu-membahu menjinakkan api.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih terus diupayakan. Api yang membakar tumpukan sampah dalam jumlah besar tidak mudah dipadamkan, sehingga dibutuhkan koordinasi yang solid di lapangan untuk mencegah meluasnya area terdampak.

Dugaan Penyebab: Bara Api yang Tertiup Angin

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dari hasil peninjauan awal di lapangan, muncul dugaan sementara yang kuat.

"Dugaan sementara diduga akibat bara api yang masih menyala tertiup angin lalu menjalar ke gunungan sampah," jelas Indra Bayu Permana melalui sambungan selulernya.

Hembusan angin yang cukup kencang di kawasan tersebut diduga menjadi faktor utama yang mempercepat perambatan api dari titik awal ke area lain yang lebih luas. Hal ini membuat upaya pemadaman menjadi lebih kompleks dan membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Warga Diminta Waspada Dampak Kesehatan Akibat Asap

Selain fokus pada pemadaman, pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat akan potensi bahaya kesehatan yang ditimbulkan oleh asap tebal. Partikel halus yang terkandung dalam asap kebakaran sampah dapat memicu gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit paru.

Menanggapi hal tersebut, Indra Bayu Permana yang akrab disapa Ibe mengimbau warga untuk mengambil langkah antisipasi. "Untuk menghindari gangguan asap, masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran diimbau untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di sekitar area terdampak asap," imbaunya.

Imbauan ini disampaikan mengingat jarak antara lokasi TPSA dengan permukiman warga yang relatif dekat, sehingga paparan asap sulit dihindari. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak diminta untuk tetap berada di dalam rumah dan menutup jendela untuk meminimalisir masuknya asap.

Luas Lahan Terbakar Masih dalam Pendataan

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan untuk memastikan berapa luas gunungan sampah yang hangus dilalap si jago merah. Proses pendinginan di titik-titik yang diduga masih menyisakan bara api juga terus dilakukan untuk mencegah kebakaran kembali muncul.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan relawan masih bersiaga di lokasi kejadian. Mereka memastikan situasi tetap terkendali dan api tidak merembet ke area lain di luar kawasan TPSA.

"Perkembangan penanganan berikutnya akan segera kami sampaikan," pungkas Indra Bayu Permana, menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi terbaru kepada publik.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: terasjabar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top