JAKARTA — Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong industri otomotif nasional untuk mengoptimalkan perjanjian perdagangan yang telah dimiliki Indonesia dengan negara mitra guna memperkuat kinerja ekspor. Kawasan Teluk menjadi salah satu pasar yang tengah diperjuangkan melalui penyelesaian kerja sama dengan negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC).
"Kami terus mendorong penyelesaian kerja sama perdagangan dengan GCC. Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat," ujar Budi dikutip dari ANTARA, Rabu (12/8).
Dalam pertemuan tersebut, TMMIN menyampaikan sejumlah masukan terkait pengembangan ekspor, salah satunya peluang memperluas pasar ke kawasan Amerika Latin. Wilayah itu dinilai memiliki prospek yang cukup besar bagi produk otomotif rakitan dalam negeri.
Kendati demikian, akses ke sejumlah negara di kawasan tersebut masih menghadapi tantangan. Meksiko, misalnya, hingga kini belum memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia, sehingga menjadi hambatan bagi pelaku industri untuk menembus pasar setempat.
Menanggapi hal itu, Budi meminta pelaku industri terlebih dahulu memaksimalkan pasar yang sudah memiliki kerja sama dagang dengan Indonesia. Salah satu yang disorot adalah Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) yang telah diimplementasikan.
Langkah ini dinilai lebih realistis dibandingkan menunggu negosiasi baru dengan Meksiko yang belum jelas kepastiannya. Pemerintah ingin memastikan produk Indonesia, termasuk otomotif, memiliki daya saing di pasar yang aksesnya sudah terbuka terlebih dahulu.
Budi menegaskan bahwa kerja sama perdagangan merupakan instrumen penting bagi industri untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk di level internasional. Menurutnya, perluasan akses ini membuka peluang lebih besar bagi peningkatan ekspor nasional.
"Kami terus mendorong produk Indonesia untuk hadir di pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijalin dengan negara mitra. Perluasan akses pasar ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global," kata Budi.
Pertemuan antara Kemendag dan TMMIN juga membahas berbagai kendala yang masih dihadapi industri dalam meningkatkan penjualan ke luar negeri, termasuk aspek logistik dan regulasi di negara tujuan.