BANDUNG — Sebanyak 3.500 warga ber-KTP Kota Bandung mulai mengikuti pelatihan kerja yang digelar Pemkot Bandung. Program ini terbagi dalam 175 paket pelatihan di berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang tersebar di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membuka langsung pelatihan tersebut di LPK Ariyanti. Ia menyebut kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan kota.
"Investasi terbaik adalah membangun manusia yang produktif, kreatif, dan berdaya saing. Itulah ciri masyarakat Kota Bandung yang harus terus kita dorong," ujar Farhan dalam keterangan yang dikutip dari Humas Pemkot Bandung.
Delapan Jenis Keterampilan yang Ditawarkan
Pelatihan berlangsung selama 10 hari dengan delapan jenis keterampilan. Peserta bisa memilih bidang catering, pastry, pastry level 2, barista dasar, digital marketing, tata rias pengantin, tata rias remaja, serta barber.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, jenis pelatihan dipilih berdasarkan kebutuhan pasar kerja. "Bidang-bidang tersebut relatif cepat menyerap tenaga kerja dan juga mudah dikembangkan menjadi usaha mandiri oleh masyarakat," ujarnya.
Fasilitas Peserta: Uang Transport hingga Sertifikat
Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapat fasilitas berupa makan dan minum, seminar kit, alat serta bahan pelatihan, dan uang transport sebesar Rp50.000 per hari. Setelah lulus, mereka memperoleh sertifikat yang diterbitkan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung.
Pelatihan yang dimulai ini merupakan batch pertama. Akan ada tiga batch berikutnya hingga seluruh 3.500 peserta mendapatkan giliran pelatihan.
Dorongan Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Farhan berpesan agar peserta tidak sekadar mengejar sertifikat. Ia mendorong mereka memiliki pola pikir sebagai pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja.
"Pemkot Bandung ingin masyarakat tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membuka peluang usaha sendiri sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru," ungkapnya.
Ke depan, Disnaker Kota Bandung berencana mengembangkan pelatihan teknisi kendaraan listrik. Rencana kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah dijajaki untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut.