JAWA BARAT — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa jumlah BUMN yang terdata mencapai 1.077 entitas, jauh dari perkiraan awalnya yang hanya 300 hingga 400 perusahaan. Angka itu belum termasuk anak, cucu, hingga cicit perusahaan yang dinilai kerap dijadikan celah untuk menyembunyikan uang negara.
"Perkiraan saya dari dulu, BUMN kita ya 300, maksimal 400. Begitu saya dilantik jadi Presiden, baru saya diberitahu, BUMN kita seribu, 1.077. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan. Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi. Sembunyikan uang negara, sembunyikan uang rakyat. Ini kita tertibkan," ujar Presiden dalam sambutan peresmian Bendungan Meninting, Lombok Barat, Jumat (10/7/2026).
Garuda Indonesia Bangkit, Pindad Raih Kontrak Arab Saudi
Di tengah gelombang penutupan, sejumlah BUMN strategis justru menunjukkan pemulihan. Presiden Prabowo menyebut Garuda Indonesia, yang sebelumnya sempat direncanakan dijual ke pihak asing, kini mulai bangkit. Maskapai pelat merah itu diproyeksikan mencetak laba pada bulan depan setelah puluhan tahun membukukan kerugian.
"Garuda tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi. Saudara-saudara, pelan-pelan kita perbaiki ini semua," kata Prabowo.
Industri pertahanan nasional juga menunjukkan performa positif. PT Pindad baru saja memenangkan kontrak besar dari Arab Saudi untuk memasok senapan dan senapan mesin bagi seluruh tentara kerajaan. Sementara itu, PT PAL saat ini sudah mampu memproduksi kapal perang canggih hingga kapal selam secara mandiri.
Danantara Masuk Jajaran Dana Kedaulatan Terbesar Dunia
Di bidang penguatan ekonomi, Presiden Prabowo menyoroti pembentukan Danantara, sovereign wealth fund (SWF) milik Indonesia. Dana kedaulatan ini disebut telah masuk jajaran lima besar terbesar di dunia. Menurut Presiden, Danantara menjadi instrumen pemersatu kekuatan ekonomi rakyat untuk memperkuat arah pembangunan nasional.
"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, kita sekarang punya dana kedaulatan kita sendiri. Sovereign wealth fund yang namanya Danantara. Danantara sekarang sudah mungkin kelima terbesar di dunia. Dana ini adalah dana kekuatan ekonomi rakyat Indonesia. Kita jadikan satu," tutur Presiden.
Pemerintah menegaskan komitmennya mempertahankan dan membangkitkan industri strategis nasional. Sejumlah perusahaan seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia yang sebelumnya nyaris dijual ke asing, kini justru diperkuat. Presiden Prabowo memastikan proses perbaikan akan terus berjalan secara bertahap untuk menutup semua celah kebocoran dan membawa BUMN menuju tata kelola yang lebih sehat.