Istilah "weton" belakangan semakin sering dicari, terutama oleh mereka yang penasaran dengan makna weton kelahirannya sendiri setelah ramainya pembahasan soal mitos-mitos seputar weton tertentu, termasuk larangan berkunjung ke tempat seperti Gunung Kawi. Namun sebelum membahas soal mitos, penting untuk memahami dulu cara menghitung weton yang benar.
Weton adalah gabungan antara hari kelahiran dalam kalender Masehi dengan pasaran dalam kalender Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi keduanya membentuk weton yang dipercaya memiliki makna dan pengaruh tersendiri menurut primbon Jawa.
Artikel ini akan memandu langkah demi langkah cara mengetahui weton dari tanggal lahir, lengkap dengan cara menghitung neptu yang biasa dipakai dalam berbagai ramalan primbon.
Langkah Pertama: Cari Tahu Tanggal Lahir dalam Kalender Jawa
Langkah paling dasar untuk mengetahui weton adalah mencocokkan tanggal lahir dalam kalender Masehi dengan penanggalan Jawa. Karena siklus pasaran Jawa berputar setiap lima hari sementara kalender Masehi berputar tujuh hari, kombinasi keduanya membentuk siklus 35 hari yang disebut satu wetonan penuh.
Cara paling praktis untuk mengetahuinya adalah dengan menggunakan kalender Jawa cetak, aplikasi kalender Jawa, atau layanan pencarian daring yang banyak tersedia dengan memasukkan tanggal, bulan, dan tahun lahir.
Setelah mengetahui hari dan pasaran kelahiran, misalnya "Selasa Kliwon" atau "Jumat Legi", barulah proses selanjutnya yaitu menghitung neptu bisa dilakukan.
Langkah Kedua: Menghitung Neptu Hari dan Pasaran
Setiap hari dan pasaran dalam primbon memiliki nilai neptu masing-masing. Untuk hari, nilainya adalah Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sementara untuk pasaran, nilainya adalah Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.
Untuk mendapatkan neptu weton, nilai hari dan nilai pasaran cukup dijumlahkan. Misalnya, seseorang yang lahir pada hari Jumat Kliwon memiliki neptu weton sebesar 6 ditambah 8, yaitu 14.
Angka neptu inilah yang kemudian dipakai sebagai dasar berbagai ramalan dalam primbon Jawa, mulai dari watak, rezeki, hingga kecocokan jodoh antara dua orang yang wetonnya berbeda.
Apa Manfaat Mengetahui Weton?
Bagi sebagian masyarakat, terutama yang masih memegang erat tradisi Jawa, mengetahui weton dianggap penting sebagai bagian dari identitas budaya dan tradisi keluarga. Weton kerap dipakai sebagai pertimbangan dalam berbagai momen penting, seperti pernikahan hingga memulai usaha.
Di sisi lain, banyak juga yang mempelajari weton sekadar untuk menambah wawasan seputar budaya leluhur, tanpa menjadikannya sebagai patokan mutlak dalam mengambil keputusan hidup.
Apa pun tujuannya, memahami cara menghitung weton bisa menjadi langkah awal yang menyenangkan untuk mengenal lebih dalam warisan budaya primbon Jawa yang masih hidup di tengah masyarakat hingga saat ini.
- Weton adalah gabungan hari Masehi dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
- Satu siklus wetonan penuh berlangsung selama 35 hari.
- Neptu hari: Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9.
- Neptu pasaran: Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, Kliwon 8.
- Neptu weton = neptu hari + neptu pasaran, jadi dasar berbagai ramalan primbon.
Setelah mengetahui weton dan neptu kelahiran, Anda mungkin penasaran apakah weton tertentu termasuk yang menurut kepercayaan disebut dilarang berkunjung ke Gunung Kawi. Simak penjelasan lengkapnya di Weton Apa Saja yang Dilarang ke Gunung Kawi? Ini Daftar dan Penjelasannya.