Pencarian

SMP Hang Tuah 4 Bogor Masukkan Literasi Digital ke MPLS, Siswa Baru Wajib Kumpulkan Gawai Sebelum Belajar

Jumat, 17 Juli 2026 • 11:50:25 WIB
SMP Hang Tuah 4 Bogor Masukkan Literasi Digital ke MPLS, Siswa Baru Wajib Kumpulkan Gawai Sebelum Belajar
Siswa baru SMP Hang Tuah 4 Bogor mengumpulkan gawai ke kotak penyimpanan sebelum memulai pelajaran pada hari pertama MPLS.

CIANGSANA — Rangkaian MPLS di SMP Hang Tuah 4 Ciangsana, Kabupaten Bogor, yang dimulai Rabu pekan ini, menghadirkan materi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Literasi digital menjadi salah satu pilar utama pembekalan bagi peserta didik baru.

Guru SMP Hang Tuah 4, Lambok Ambarita, menegaskan bahwa kemampuan memilah informasi dan memahami keamanan digital kini menjadi kebutuhan mendesak. "Kami harus membekali pelajar agar cakap menggunakan teknologi digital secara bijak dan efektif," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Aturan Baru: Gawai Dikumpulkan Sebelum Belajar

Untuk memastikan materi tidak hanya teori, sekolah menerapkan kebijakan tegas. Seluruh telepon seluler siswa dikumpulkan ke dalam kotak penyimpanan yang disediakan sekolah sebelum pelajaran dimulai. Ketua kelas bertugas mengumpulkan gawai dan menyerahkannya ke kantor guru.

Gawai baru dikembalikan saat bel pulang berbunyi. Pelanggaran aturan ini akan dikenakan sanksi sesuai tata tertib sekolah, termasuk pemanggilan orang tua.

Dampak Negatif Gawai Berlebihan Jadi Sorotan

Materi yang diberikan tidak hanya seputar manfaat teknologi. Siswa juga dikenalkan pada dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan terhadap kesehatan fisik dan mental. "Penggunaan gawai berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial dan hubungan dengan keluarga," kata Lambok.

Kemampuan memilah informasi atau literasi digital juga menjadi fokus. Di tengah maraknya hoaks dan konten negatif, sekolah ingin siswa mampu menjadi pengguna internet yang kritis dan bertanggung jawab.

Sudah Dua Tahun Berjalan, Sekolah Minta Dukungan Orang Tua

Lambok menjelaskan, program literasi digital dalam MPLS ini sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Pihak sekolah menilai materi ini tetap relevan dengan tantangan teknologi yang terus berkembang.

Meski aturan di sekolah sudah ketat, pengawasan di rumah dinilai sama pentingnya. "Guru hanya mengawasi beberapa jam, sehingga kerja sama dengan orang tua sangat diharapkan," ujar Lambok. Sekolah berharap orang tua konsisten mendampingi anak saat menggunakan gawai di luar jam sekolah.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks