Pencarian

Warga Desa Kopo Cisarua Mulai Waspadai Kekeringan, Lima RW Terdampak Krisis Air Bersih pada Kemarau 2023

Minggu, 19 Juli 2026 • 23:25:31 WIB
Warga Desa Kopo Cisarua Mulai Waspadai Kekeringan, Lima RW Terdampak Krisis Air Bersih pada Kemarau 2023
Warga Kampung Sukamulya, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, memeriksa kondisi sumur yang mulai menunjukkan penurunan debit air saat musim kemarau 2023.

CISARUA — Kampung Sukamulya di Desa Kopo menjadi salah satu titik paling rentan kekurangan air bersih saat kemarau panjang tiba. Mantan Ketua RT setempat, Aweng, mengatakan sumur warga di kawasan itu mulai mengering jika kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya.

“Kalau sekarang alhamdulillah masih aman. Air di sumur warga masih tersedia. Biasanya kalau kemarau panjang, sumur mulai kering dan warga kesulitan mendapatkan air,” ujar Aweng, Minggu (19/6/2026).

Sumur Warga Jadi Andalan Utama, Kering Jika Kemarau Berkepanjangan

Sebagian besar warga Desa Kopo masih bergantung pada sumur sebagai sumber utama air bersih. Pada musim kemarau 2023, sedikitnya lima RW di desa yang berada di kawasan dataran tinggi Puncak itu terdampak kekeringan. Debit air sumur terus menurun hingga akhirnya mengering sama sekali.

Aweng mengimbau warga untuk mulai menyiapkan sumber air alternatif. Menurut dia, jika hujan tidak turun dalam dua minggu ke depan, debit air di sejumlah sumur dikhawatirkan menurun drastis. “Warga diminta tetap waspada dan mengantisipasi sejak dini,” katanya.

Camat Cisarua: Seluruh Wilayah Masih Aman, Koordinasi dengan BPBD dan PDAM

Camat Cisarua, Heri Risnandar, mengatakan pemerintah kecamatan terus memantau kondisi di sembilan desa dan satu kelurahan. Hingga saat ini, kebutuhan air bersih di seluruh wilayah, termasuk Desa Kopo yang kerap jadi langganan kekeringan, masih terpenuhi.

“Alhamdulillah sampai saat ini seluruh wilayah di Kecamatan Cisarua masih aman. Desa Kopo yang biasanya menjadi langganan kekeringan pun kebutuhan air bersihnya masih terpenuhi dan air sumur warga masih tersedia,” kata Heri.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Koordinasi terus kami lakukan agar ketika diperlukan, bantuan air bersih sudah siap disalurkan. Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau,” ujar Heri.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bogor-kita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks