CISARUA — Kampung Sukamulya di Desa Kopo menjadi salah satu titik paling rentan kekurangan air bersih saat kemarau panjang tiba. Mantan Ketua RT setempat, Aweng, mengatakan sumur warga di kawasan itu mulai mengering jika kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya.
“Kalau sekarang alhamdulillah masih aman. Air di sumur warga masih tersedia. Biasanya kalau kemarau panjang, sumur mulai kering dan warga kesulitan mendapatkan air,” ujar Aweng, Minggu (19/6/2026).
Sumur Warga Jadi Andalan Utama, Kering Jika Kemarau Berkepanjangan
Sebagian besar warga Desa Kopo masih bergantung pada sumur sebagai sumber utama air bersih. Pada musim kemarau 2023, sedikitnya lima RW di desa yang berada di kawasan dataran tinggi Puncak itu terdampak kekeringan. Debit air sumur terus menurun hingga akhirnya mengering sama sekali.
Aweng mengimbau warga untuk mulai menyiapkan sumber air alternatif. Menurut dia, jika hujan tidak turun dalam dua minggu ke depan, debit air di sejumlah sumur dikhawatirkan menurun drastis. “Warga diminta tetap waspada dan mengantisipasi sejak dini,” katanya.
Camat Cisarua: Seluruh Wilayah Masih Aman, Koordinasi dengan BPBD dan PDAM
Camat Cisarua, Heri Risnandar, mengatakan pemerintah kecamatan terus memantau kondisi di sembilan desa dan satu kelurahan. Hingga saat ini, kebutuhan air bersih di seluruh wilayah, termasuk Desa Kopo yang kerap jadi langganan kekeringan, masih terpenuhi.
“Alhamdulillah sampai saat ini seluruh wilayah di Kecamatan Cisarua masih aman. Desa Kopo yang biasanya menjadi langganan kekeringan pun kebutuhan air bersihnya masih terpenuhi dan air sumur warga masih tersedia,” kata Heri.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Koordinasi terus kami lakukan agar ketika diperlukan, bantuan air bersih sudah siap disalurkan. Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau,” ujar Heri.