PANGANDARAN — Jenazah Mohamad Rizki akhirnya ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB setelah warga melaporkan adanya sesosok tubuh terdampar di pesisir pantai. Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP Anang Tri Sodikin membenarkan bahwa korban yang sempat dinyatakan hilang sejak Jumat pekan lalu kini sudah dievakuasi.
Kronologi: Terseret Ombak Saat Sore Hari
Insiden laka laut ini terjadi pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 17.45 WIB. Rizki terseret ombak saat berenang di Pantai Barat Pangandaran dan langsung hilang dari permukaan air. Tim gabungan dari Polairud, SAR, dan relawan setempat langsung melakukan pencarian sejak hari pertama.
Upaya pencarian berlangsung selama tiga hari tanpa hasil. Memasuki hari keempat, jenazah korban ditemukan dalam posisi telentang dengan pakaian masih lengkap, namun bagian wajah sudah mulai melepuh akibat terendam air laut.
Evakuasi dan Identifikasi di RSUD Pandega
"Waktu kita temukan, kondisi korban sudah meninggal dunia dan terdampar di pesisir pantai. Korban terbawa ombak hingga ke pinggir," kata Anang saat dihubungi, Senin (20/7/2026).
Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Pandega untuk menjalani identifikasi medis dan pencocokan data dengan pihak keluarga. Proses identifikasi melibatkan tim medis dan pihak keluarga korban yang datang dari Bandung.
"Alhamdulillah sekarang jenazah sudah diurus di RSUD Pandega dan akan diserahkan kepada pihak keluarga di Kabupaten Bandung," ucap Anang.
Imbauan: Patuhi Jam Operasional Berenang
Pasca kejadian ini, Polairud Polres Pangandaran kembali mengingatkan wisatawan untuk mematuhi aturan jam operasional berenang yang telah ditetapkan. Patroli di sepanjang pesisir tetap dilakukan secara bergantian selama 24 jam dari pos Polairud.
"Karena pantauan kami di lapangan pasti sesuai jam operasional berenang, meski patroli dilakukan 24 jam secara bergantian di pos Polairud Polres Pangandaran," tutup Anang.