Pencarian

343.374 Siswa Baru Jawa Barat Tutup MPLS 2026 dengan Aksi Bersih-bersih Sungai dan Makam Pahlawan

Kamis, 23 Juli 2026 • 15:07:35 WIB
343.374 Siswa Baru Jawa Barat Tutup MPLS 2026 dengan Aksi Bersih-bersih Sungai dan Makam Pahlawan
siswa baru Jawa Barat menutup MPLS 2026 dengan membersihkan sungai dan merawat makam pahlawan.

BANDUNG — Ribuan siswa baru kelas X SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat tak sekadar mengikuti upacara penutupan MPLS biasa. Mereka turun langsung membersihkan kawasan sungai dan merawat area makam pahlawan sebagai bagian dari program pembentukan karakter yang disebut Pancawaluya.

Dari total peserta yang terlibat, sebanyak 327.604 di antaranya berasal dari sekolah negeri yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Aksi ini tidak hanya berlangsung di TMP Cikutra, tetapi juga di SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung bersama Pandawara Group, serta di seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat.

Bukan Sekadar Seremonial, tapi Awal Pembentukan Karakter

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa aksi ekologi ini bukanlah akhir dari masa pengenalan sekolah. Ia justru melihatnya sebagai titik awal bagi para siswa untuk membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

"Kegiatan ini hanya simbolis. Yang paling penting adalah gerakan nyata setelah kembali ke rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat," ujar Herman dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Herman mengajak para siswa untuk membiasakan diri terlibat dalam kegiatan domestik. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menyapu rumah, mencuci dan menyetrika pakaian sendiri, hingga membantu orang tua berdagang atau bertani merupakan latihan kepemimpinan dan kemandirian.

"Cara terbaik meramal masa depan adalah menciptakannya hari ini. Mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten," tegasnya.

Aksi Nyata: Operasi Semut hingga Edukasi Pelestarian Sungai

Di tingkat provinsi, para peserta melakukan berbagai aksi nyata. Mulai dari operasi semut, membersihkan kawasan dan sungai, hingga merawat area makam para pahlawan di TMP Cikutra. Mereka juga mengikuti edukasi pelestarian lingkungan yang difasilitasi oleh River Clean Up Indonesia dan Komunitas Sapulidi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa aksi ekologi ini merupakan bagian dari praktik pedagogik dalam implementasi pendidikan karakter Pancawaluya. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada satu hari, melainkan menjadi budaya di sekolah.

"Aksi ekologi bukan kegiatan satu hari. Ini adalah praktik pembelajaran yang harus menjadi kebiasaan di sekolah. Dimulai dari menjaga kebersihan diri, kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar," ungkap Purwanto.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Komunitas

Pelaksanaan Aksi Ekologi dilakukan secara kolaboratif bersama River Clean Up Indonesia, Komunitas Sapulidi, perangkat daerah, TNI, Polri, serta berbagai komunitas peduli lingkungan lainnya. Melalui gerakan ini, semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan peserta didik sebagai wujud nyata karakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks