Pencarian

KPID Jabar Luncurkan Ikon Siaran Ramah Anak di Bandung Barat, 87 Persen Gen Z Masih Setia Nonton TV

Jumat, 24 Juli 2026 • 17:56:01 WIB
KPID Jabar Luncurkan Ikon Siaran Ramah Anak di Bandung Barat, 87 Persen Gen Z Masih Setia Nonton TV
Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Almadina Rakhmaniar, meluncurkan ikon Siaran Ramah Anak di Bandung Barat, Kamis (27/2/2025).

BANDUNG BARAT — Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Almadina Rakhmaniar, menekankan bahwa perlindungan anak di era digital tak bisa lagi hanya mengandalkan pengawasan di dunia nyata. Menurutnya, ruang digital yang kian liar membutuhkan benteng yang lebih ketat, terutama dari pendampingan orang tua saat anak mengakses gadget.

“Perlindungan anak saat ini juga harus mencakup media berbasis internet. Anak-anak perlu mendapatkan tayangan yang sesuai dengan kebutuhan dan usianya. Karena itu, pendampingan orang tua menjadi sangat penting,” tegas Almadina di sela-sela acara.

Angka Penggunaan Gadget yang Tak Terkontrol

Almadina menyoroti lonjakan penggunaan gawai yang kian tak terkontrol sejak era pembelajaran jarak jauh. Tanpa kawalan ketat, anak-anak sangat rentan terpapar konten negatif yang mengintai di jagat maya.

Data riset internal KPID Jabar mengungkapkan fakta menarik. Meski hampir seluruh Gen Z—99,8 persen—sudah melek internet, media konvensional belum sepenuhnya ditinggalkan. Sebanyak 87 persen Gen Z tercatat masih setia menonton televisi, dan 56 persen di antaranya masih mendengarkan radio.

Media Arus Utama vs Internet: Regulasi yang Timpang

Almadina membeberkan perbandingan mencolok antara media arus utama dan internet. Televisi dan radio, kata dia, masih dibentengi regulasi serta klasifikasi siaran yang jelas. Hal ini berbanding terbalik dengan media internet yang pengawasannya kerap meloloskan konten tak ramah anak.

“Hari ini kami melaksanakan kick-off Harsiarda sekaligus agenda storytelling dan launching ikon Siaran Ramah Anak milik KPID Jawa Barat. Ini menjadi bagian dari upaya mengajak anak-anak lebih bijak dalam mengakses media,” ungkap Almadina.

Sekolah dan Orang Tua Harus Bersinergi

Kepala SD Interaktif Gemilang Mutaffanin, Jajang Abdul Wahid, mengapresiasi langkah nyata KPID Jabar. Ia menilai materi yang disampaikan sangat bermanfaat, terutama dalam membatasi penggunaan gadget dan mengarahkannya untuk kegiatan belajar.

“Anak-anak diajak memahami bagaimana membatasi penggunaan gadget dan memanfaatkannya untuk kegiatan belajar, bukan hanya hiburan,” ujar Jajang.

Jajang tak menampik bahwa ketergantungan anak pada gawai melonjak sejak pembelajaran jarak jauh. Menurutnya, sinergi antara pihak sekolah dan orang tua murid menjadi harga mati. “Kami berharap anak-anak bisa lebih bijak menggunakan gadget sehingga teknologi benar-benar menjadi sarana belajar dan mengembangkan kreativitas mereka,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung semarak ini juga diisi dengan storytelling dan melibatkan sederet mitra, mulai dari RRI Bandung, Lemhannas, PRSSNI, Unpas, hingga Unikom.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kapol.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks