Pencarian

PT PNM Tasikmalaya Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pangandaran, Warga Pesisir Dapat Perisai Abrasi

Senin, 27 Juli 2026 • 21:43:31 WIB
PT PNM Tasikmalaya Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pangandaran, Warga Pesisir Dapat Perisai Abrasi
Sebanyak 5.000 bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, dalam program PNM Green Impact.

PANGANDARAN — Garis pantai Samudra Hindia di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, selama ini menghadapi ancaman abrasi dan intrusi air laut yang meresahkan nelayan. Kini, kawasan itu mulai ditanami ribuan mangrove sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir.

Program bertajuk PNM Green Impact ini mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”. Pemimpin Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara, mengatakan kawasan Kalipucang membutuhkan intervensi ekologis serius karena kerusakan pesisir berbanding lurus dengan menurunnya kesejahteraan warga.

”PNM Green Impact adalah wujud nyata kepedulian kami. Kami tidak hanya fokus pada permodalan usaha nasabah. Tetapi juga bertanggung jawab menjaga ruang hidup tempat mereka tinggal dan mencari nafkah,” ujar Ara dalam siaran pers yang diterima Fokus Jabar.

Gotong Royong Lintas Sektor di Pesisir Pangandaran

Penanaman mangrove ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga relawan. Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Pangandaran Trisno, Camat Kalipucang Ruhendi, Wadandim Kalipucang Asep Saepudin, dan Kepala Desa Pamotan Andi Suandi turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak 30 relawan Tagana di bawah komando Nana Suryana dikerahkan untuk mendukung penanaman. Rini Purnamasari (Manager Regional Mekaar Tasikmalaya II) dan Hatta Hidayat (Manager Bisnis ULaMM) juga memberikan dukungan penuh.

Trisno menilai langkah ini menjadi teladan konkret dalam memperkuat ketahanan kawasan pesisir Pangandaran dari ancaman bencana ekologis.

Empat Manfaat yang Diharapkan dari Ribuan Mangrove

Program ini dirancang sebagai investasi jangka panjang, bukan seremoni musiman. Setidaknya ada empat manfaat utama yang diharapkan mengalir ke ekosistem dan warga sekitar.

Pertama, perisai alami abrasi. Akar mangrove yang rapat berfungsi sebagai benteng peredam gelombang ekstrem dan penahan intrusi air asin ke sumur warga. Kedua, rumah keanekaragaman hayati. Kawasan mangrove yang subur menjadi tempat pemijahan dan pembesaran ikan, udang, serta kepiting bakau.

Ketiga, pendongkrak ekonomi nelayan. Pulihnya ekosistem laut diharapkan meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan membuka peluang ekowisata berbasis komunitas. Keempat, paru-paru biru. Mangrove berperan aktif menyerap emisi karbon untuk menstabilkan iklim global dan menghasilkan udara lebih bersih.

Komitmen Perawatan Jangka Panjang

PT PNM Cabang Tasikmalaya bersama Tagana dan Pemerintah Desa Pamotan berkomitmen melakukan pemantauan dan perawatan berkala. Langkah ini untuk memastikan seluruh bibit tumbuh optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi warga pesisir.

Selama ini, PT PNM dikenal sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan modal usaha bagi pelaku ultra mikro dan ibu-ibu prasejahtera lewat program Mekaar. Ara Koswara menegaskan, ekonomi yang tangguh tidak akan berdiri di atas lingkungan yang rapuh.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fokusjabar.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks