Pencarian

Dukungan Larangan HP di Sekolah AS Capai 77%, Indonesia Perlu Ikut?

Kamis, 30 Juli 2026 • 02:02:01 WIB
Dukungan Larangan HP di Sekolah AS Capai 77%, Indonesia Perlu Ikut?
Ilustrasi siswa menggunakan ponsel di lingkungan sekolah. (Foto: Dok. Pew Research Center)

JAWA BARAT — Musim kembali ke sekolah di Amerika Serikat tahun ini diiringi sentimen yang semakin keras terhadap ponsel di ruang kelas. Lembaga riset Pew Research Center merilis data bahwa dukungan terhadap larangan total penggunaan ponsel selama jam sekolah—dari bel masuk hingga bel pulang—kini mencapai 48% untuk siswa SMP dan SMA. Angka ini naik drastis dari 36% pada tahun sebelumnya.

Dukungan Paling Kuat untuk Larangan di Kelas

Survei yang melibatkan ribuan responden dewasa AS ini mencatat hanya 18% yang menentang larangan penggunaan ponsel selama jam pelajaran. Sementara itu, 43% responden masih menolak ide larangan total sepanjang hari sekolah, dan 8% menyatakan tidak yakin.

Menariknya, generasi muda dewasa (18-29 tahun) menunjukkan antusiasme yang lebih rendah terhadap kedua jenis larangan tersebut. Meski begitu, dukungan dari kelompok usia ini tetap meningkat dibandingkan data 2024.

Mengapa Dukungan Ini Melonjak?

Peningkatan ini terjadi di tengah kekhawatiran orang tua dan guru soal gangguan belajar, cyberbullying, dan kesehatan mental siswa. Laporan dari berbagai sekolah di AS menyebutkan bahwa kehadiran ponsel di kelas seringkali memicu penurunan fokus dan interaksi sosial langsung antar siswa.

Beberapa negara bagian bahkan sudah mulai menerapkan kebijakan "bell-to-bell ban", di mana siswa tidak boleh mengakses ponsel mereka sama sekali selama berada di lingkungan sekolah. Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari sebagian besar orang tua yang menginginkan anak-anak mereka lebih fokus pada pelajaran.

Relevansi untuk Indonesia

Di Indonesia, perdebatan serupa belum mencapai titik formal seperti di AS. Namun, beberapa sekolah swasta di kota besar sudah mulai menerapkan aturan ketat penggunaan gawai. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri belum mengeluarkan regulasi khusus yang melarang ponsel di sekolah secara nasional.

Yang menjadi pertanyaan adalah efektivitas larangan semacam itu. Apakah cukup hanya melarang di kelas, atau perlu diperketat hingga jam istirahat? Para ahli pendidikan menilai bahwa kuncinya bukan sekadar larangan, melainkan edukasi literasi digital yang berkelanjutan.

Apa Kata Data?

Pew Research Center menekankan bahwa tren ini menunjukkan perubahan sikap publik yang cukup cepat. Dalam waktu satu tahun, dukungan untuk larangan total naik 12 poin persentase. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin larangan ponsel di sekolah akan menjadi norma baru di banyak negara.

Bagi orang tua di Indonesia, data ini bisa menjadi bahan pertimbangan. Apakah lebih baik membatasi penggunaan ponsel anak di sekolah, atau justru mengajarkan mereka mengelola godaan digital sejak dini?

Keputusan akhir tentu ada di tangan masing-masing sekolah dan keluarga. Namun, satu hal yang pasti: percakapan tentang peran ponsel di ruang belajar baru saja dimulai, dan angkanya akan terus berubah.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5mac.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks