JAWA BARAT — Kekesalan Russell mencapai puncaknya di Grand Prix Hungaria, ketika mobilnya mengalami masalah saat start dan membuatnya terlempar ke belakang. Padahal, ia mengaku sudah menjalankan prosedur dengan benar dan kecepatan mobilnya pun kompetitif. Musim ini menjadi yang terburuk sepanjang kariernya di F1, dengan rentetan kejadian sial mulai dari kehilangan posisi akibat intervensi Safety Car yang tidak tepat waktu di Suzuka hingga masalah teknis yang berulang.
Masalah Mobil yang Berulang dan Dampaknya ke Mental
"Jangan kecewa dengan hal-hal di luar kendali Anda. Di Hungaria, balapan benar-benar hancur. Saya melakukan prosedur saya dengan benar di awal. Kecepatannya bagus. Hasilnya buruk. Tetapi hal-hal yang bisa saya kendalikan, semuanya baik-baik saja," ujar Russell kepada media, Jumat (1/8).
Russell, yang biasanya tidak pernah mengeluh soal kelelahan, mengakui musim ini berbeda. "Biasanya saya tidak merasa butuh istirahat. Tahun ini, saya benar-benar merasa membutuhkannya," tambahnya.
Bos Mercedes, Toto Wolff, berulang kali meminta maaf atas masalah yang dialami Russell. Wolff menegaskan bahwa performa tim belum cukup baik dan mereka harus menyediakan mobil yang memungkinkan kedua pembalap bersaing memperebutkan gelar di lintasan.
Bukan Hanya Russell yang Terdampak
Russell bukan satu-satunya pembalap Mercedes yang bernasib sial. Antonelli kehilangan potensi kemenangan di Spanyol dan Silverstone karena masalah mobil. Pelanggan mesin Mercedes juga merasakan hal serupa, dengan McLaren yang gagal memulai Grand Prix China dengan kedua mobilnya akibat masalah power unit.
"Masalah memang terjadi, tetapi seluruh tim juga merasakannya. Jadi, mereka sama kesalnya dengan saya dengan bagaimana semuanya terjadi. Kita perlu introspeksi diri dan memastikan tidak ada kesalahan yang kita lakukan yang menyebabkan kesalahan-kesalahan ini," jelas Russell.
Pembalap 27 tahun itu juga menyinggung insiden serupa yang menimpa Oscar Piastri yang mundur karena kerusakan girboks. "Bukan berarti kita satu-satunya, tetapi rasanya hal ini jauh lebih sering terjadi pada saya daripada yang lain. Semoga keadaan akan berbalik. Saya tidak berharap nasib buruk menimpa siapa pun, tetapi saya belum pernah mengalami musim seperti ini sepanjang karier saya, apalagi karier F1 saya."
Beban Berat di Pundak Russell
Paruh pertama musim 2025 menjadi ujian mental terbesar bagi Russell sejak bergabung dengan tim pabrikan asal Jerman itu. Alih-alih bersaing di barisan depan, ia justru kerap menjadi korban situasi yang tidak bisa ia kendalikan. Libur musim panas kini menjadi momen penting bagi Russell untuk memulihkan kondisi mental sebelum kembali bertarung di paruh kedua musim.