SUKABUMI — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Sukabumi tahun ini menyasar 1.025 unit rumah warga berpenghasilan rendah. Angka itu belum termasuk tambahan 33 unit dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 88 unit bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang memperluas cakupan penerima manfaat di wilayah perkotaan.
Ayep Zaki meninjau langsung pelaksanaan pembangunan di dua kelurahan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan pengerjaan sesuai standar kelayakan. Kepala DPUTR Kota Sukabumi Sony Hermanto, lurah, camat, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut mendampingi wali kota dalam kunjungan lapangan tersebut.
Bantuan Rp20 Juta untuk Material dan Upah Tukang
Setiap penerima manfaat memperoleh stimulan senilai Rp20 juta yang digunakan untuk membeli material bangunan dan membayar upah tukang. Fokus perbaikan diarahkan pada bagian struktural utama rumah, yakni atap, lantai, dan dinding agar hunian memenuhi standar keamanan serta kesehatan.
“Alhamdulillah hari ini saya meninjau langsung pembangunan rumah melalui Program BSPS. Kota Sukabumi mendapatkan bantuan yang cukup besar. Ini merupakan ikhtiar bersama pemerintah, kecamatan, kelurahan, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hunian warga,” ujar Ayep di lokasi peninjauan.
Hunian Layak Jadi Bagian Strategi Penurunan Stunting
Perbaikan rutilahu tidak hanya menyelesaikan persoalan fisik bangunan, tetapi juga menjadi instrumen pengentasan kemiskinan di Kota Sukabumi. Lingkungan tempat tinggal yang sehat dinilai berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga sekaligus mendukung upaya menekan angka stunting dan pengangguran.
“Ketika masyarakat tinggal di lingkungan yang sehat dan layak, kualitas hidupnya ikut meningkat. Karena itu, program ini menjadi bagian dari agenda besar pembangunan Kota Sukabumi,” kata Ayep.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah kota, provinsi, dan lembaga filantropi membuat jangkauan program rehabilitasi hunian semakin luas. Dengan tambahan bantuan dari Pemprov Jabar dan Tzu Chi, total rumah yang ditangani tahun ini mencapai lebih dari 1.100 unit di berbagai kecamatan.