Pencarian

Bumi Resources Kunci Kesepakatan Akuisisi Tambang Tembaga dan Litium di Australia, Target Pasar Mineral Kritis Global

Kamis, 06 Agustus 2026 • 09:59:02 WIB
Bumi Resources Kunci Kesepakatan Akuisisi Tambang Tembaga dan Litium di Australia, Target Pasar Mineral Kritis Global
Direktur BUMI, RA Sri Dharmayanti, menyatakan proses akuisisi Loyal Metals Limited masih dalam tahap pemenuhan persyaratan administratif dan hukum.

JAWA BARAT — Emiten tambang batubara milik Grup Bakrie dan Salim ini tengah menyiapkan panggung diversifikasi besar-besaran. BUMI menegaskan proses akuisisi terhadap Loyal Metals Limited (ASX: LLM) masih berjalan di tahap awal, tepatnya pada pemenuhan persyaratan administratif dan hukum, sehingga belum ada perpindahan dana maupun saham yang terjadi.

Direktur BUMI, RA Sri Dharmayanti, mengungkapkan bahwa perseroan telah menandatangani scheme implementation deed (SID) bersama Loyal Metals. Dokumen ini menjadi fondasi hukum bagi negosiasi dan proses uji tuntas sebelum transaksi final dieksekusi.

"Sampai dengan saat ini, proses akuisisi masih berada pada tahap pemenuhan persyaratan sehingga belum terjadi pengalihan dana maupun saham," papar Sri dalam keterbukaan informasi, Selasa (5/8/2026).

Mengapa BUMI Melirik Tambang di Negeri Kanguru?

Loyal Metals bukanlah perusahaan tambang biasa. Berbasis di Australia, perusahaan ini memegang konsesi strategis di sektor mineral kritis, dengan proyek unggulan Highway Reward Copper-Gold Mine di Queensland. Selain tembaga dan emas, Loyal Metals juga memiliki portofolio aset litium—komoditas yang menjadi tulang punggung industri baterai kendaraan listrik global.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa BUMI tidak ingin bergantung selamanya pada batubara. Di tengah tekanan transisi energi yang menggerus prospek komoditas fosil, kepemilikan aset litium dan tembaga dianggap sebagai lindung nilai (hedge) jangka panjang. Permintaan kedua logam itu diprediksi meroket seiring percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik dan infrastruktur energi terbarukan di berbagai negara.

Masih Ada PR Besar Sebelum Saham Pindah Tangan

Kendati kerangka kerja sama telah diteken, eksekusi akuisisi ini belum bisa dipastikan kapan rampung. Sri menjelaskan, penyelesaian transaksi sangat bergantung pada terpenuhinya sejumlah conditions precedent yang disyaratkan dalam perjanjian.

Persetujuan dari para pemegang saham Loyal Metals menjadi syarat mutlak yang harus dikantongi. Selain itu, BUMI juga wajib memenuhi seluruh proses dan ketentuan hukum yang berlaku di Australia—sebuah proses yang kerap memakan waktu lebih lama dibandingkan transaksi di dalam negeri.

"Persyaratan umum lainnya adalah jika, selama persyaratan-persyaratan tersebut belum seluruhnya terpenuhi, maka transaksi akuisisi belum dapat dinyatakan selesai dan belum menimbulkan akibat hukum apapun atas perpindahan kepemilikan Loyal Metals Limited kepada perseroan," terang Sri.

Jawaban atas Rumor Pasar dan Respons BEI

Pernyataan resmi ini sekaligus menjadi klarifikasi atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya, kabar akuisisi ini sempat memicu spekulasi di kalangan investor, mengingat langkah BUMI keluar dari zona nyaman batubara dinilai cukup berani.

Jika seluruh persyaratan terpenuhi, akuisisi ini akan menjadi tonggak penting bagi transformasi BUMI. Perusahaan yang selama ini identik dengan tambang batubara akan resmi memiliki pijakan di sektor mineral kritis, membuka peluang pendapatan baru di tengah fluktuasi harga batubara global. Namun, hingga semua dokumen beres dan restu pemegang saham Loyal Metals keluar, status kepemilikan BUMI atas tambang di Queensland itu masih sekadar rencana di atas kertas.

Follow www.jabarviral.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks