KARAWANG — Kepala Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jaji Maryono, menyoroti perilaku wisatawan yang lebih senang mengunjungi objek wisata tanpa tiket masuk. Kebiasaan ini dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat potensi wisata alam di selatan Karawang belum berkembang optimal.
Menurut Jaji, kawasan selatan Karawang sebenarnya memiliki banyak andalan, mulai dari Curug Cigentis, Curug Bandung, hingga kawasan Gunung Sanggabuana. Namun, minat pengunjung yang lebih besar ke tempat yang hanya cukup membayar biaya parkir membuat pendapatan desa dari sektor wisata tidak maksimal.
Wisatawan Lebih Pilih Bayar Parkir Dibanding Tiket Masuk
Jaji mengakui karakter pengunjung yang datang ke wilayahnya mayoritas adalah mereka yang mencari lokasi wisata gratis. Hal ini pun disampaikannya dengan nada terus terang saat ditemui di kantor desa, Kamis (6/8).
"Untuk saat ini, mohon maaf, ternyata yang datang ke kita itu lebih banyak yang mau gratisan. Jadi mereka lebih suka main di pinggir-pinggir kali, dengan notabene mereka hanya cukup bayar parkir saja," ujarnya.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan animo masyarakat terhadap aktivitas pendakian Gunung Sanggabuana yang justru dinilai konsisten. Jaji menyebut jalur pendakian tersebut selalu ada saja pengunjungnya setiap hari.
Pendakian Gunung Sanggabuana Tetap Ramai Peminat
Meski wisata air berbayar sepi, sektor pendakian justru menjadi primadona, terutama di kalangan anak muda. Jaji mengatakan, aktivitas naik gunung dari Desa Mekarbuana tidak pernah sepi meski hanya didatangi beberapa orang per harinya.
"Untuk Sanggabuana ada pendakian Gunung Sanggabuana juga. Alhamdulillah setiap hari selalu ada yang naik, walaupun hanya beberapa orang," terangnya.
Jumlah pendaki biasanya melonjak signifikan pada momen-momen tertentu, khususnya menjelang dan saat bulan Mulud. Namun, di luar momen tersebut, jalur pendakian tetap diminati.
"Kalau mendekati bulan Mulud biasanya ramai. Untuk sekarang di hari biasa pun selalu ada karena banyak anak muda yang tertarik," ungkapnya.
Konsep Agro-Ekowisata Belum Berjalan Maksimal
Ke depan, Jaji sebenarnya ingin mengembangkan potensi lain seperti agro-ekowisata berbasis kebun dan kegiatan panen buah. Namun, ia mengakui konsep tersebut belum berjalan lantaran pengelolaan masih dilakukan secara parsial oleh masing-masing kelompok.
"Belum ada. Sementara masih dikelola secara parsial," tutupnya.
Ia berharap ke depannya ada pendampingan dari pemerintah daerah agar pengelolaan wisata di Mekarbuana bisa lebih profesional, sehingga mampu menarik wisatawan yang bersedia membayar tiket masuk demi menikmati keindahan alam selatan Karawang.