JAWA BARAT — Google menambahkan fitur baru bernama Video Remix ke dalam Google Photos, khusus untuk pelanggan paket AI berbayar. Fitur ini memungkinkan pengguna mengedit dan "mentransformasi" video yang tersimpan di galeri menggunakan model kecerdasan buatan terbaru, Gemini Omni.
Video Remix berada di tab Create dalam aplikasi Google Photos. Pengguna bisa memilih dari berbagai templat yang tersedia untuk mengubah tampilan video lama mereka.
Contoh yang diberikan Google cukup sederhana namun fungsional. Kamu bisa meminta Gemini untuk menambahkan efek cat air (watercolor filter), mengganti pencahayaan gelap menjadi cahaya pagi, atau menyisipkan latar belakang yang benar-benar berbeda. Prosesnya hanya memakan waktu beberapa detik sejak perintah diberikan hingga video jadi.
Gemini Omni sendiri diumumkan Google pada Mei lalu. Model ini disebut sebagai penerus dari Nano Banana dan generator video Veo 3.1 milik Google. Keunggulannya terletak pada kemampuan menerima lebih banyak jenis input dan pemahaman yang lebih baik terhadap hukum fisika seperti gravitasi dan energi kinetik. Hasilnya, adegan yang dihasilkan terasa lebih realistis.
Fitur lain yang disematkan adalah kemampuan menyisipkan diri pengguna ke dalam video melalui digital avatar. Avatar ini akan dibubuhi watermark menggunakan alat SynthID milik Google untuk mencegah penyalahgunaan.
Video Remix mulai diluncurkan hari ini untuk pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra. Sayangnya, peluncuran awal hanya mencakup Amerika Serikat dan sejumlah negara tertentu. Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaannya di Indonesia.
Fitur ini dirancang untuk menghemat waktu pengguna yang biasanya harus mempelajari aplikasi editing video profesional seperti Premiere Pro. Dengan Video Remix, proses editing yang rumit bisa dilakukan hanya dengan perintah teks.
Google menyebutkan bahwa setiap video hasil editan yang melibatkan digital avatar akan diberi tanda air digital menggunakan SynthID. Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan mencegah konten hasil AI disalahgunakan sebagai informasi palsu atau deepfake.
Bagi pengguna biasa, fitur ini bisa menjadi alternatif praktis untuk mempercantik video liburan atau momen keluarga tanpa perlu keahlian teknis. Namun, aksesnya masih terbatas pada pelanggan paket AI berbayar Google.