JAWA BARAT — BMKG mencatat gempa terjadi pukul 09.09 WITA dengan parameter awal magnitudo 4,7. Episenter gempa berlokasi di laut sekitar 50 kilometer di selatan Kabupaten Polewali Mandar. Kedalaman dangkal 13 kilometer membuat energi guncangan lebih mudah mencapai permukaan dan dirasakan masyarakat di radius yang cukup luas.
Hasil pemetaan intensitas BMKG menunjukkan guncangan terkuat berada di skala III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Wilayah yang merasakan getaran pada level ini meliputi Kabupaten Majene, Kabupaten Polewali Mandar, dan Kota Parepare. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan membuat benda ringan bergoyang.
Rambatan getaran meluas hingga ke sejumlah daerah di Sulawesi Selatan dengan intensitas II-III MMI. Daerah yang melaporkan guncangan antara lain Kabupaten Sidrap, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar. Di level ini, getaran biasanya dirasakan oleh orang yang sedang diam atau berada di dalam bangunan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Informasi parameter gempa yang dirilis saat ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring pembaruan hasil analisis data.
Karakteristik gempa dangkal seperti ini, menurut BMKG, memang lebih mudah dirasakan karena hiposenter berada dekat permukaan. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut.
Wilayah Sulawesi Barat termasuk zona rawan gempa karena terletak di jalur pertemuan lempeng aktif. Gempa dangkal kerap terjadi di kawasan ini akibat aktivitas sesar lokal di darat maupun di laut. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan hanya merujuk pada data resmi BMKG.