JAWA BARAT — Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyentil para pemimpin yang dianggap tidak memiliki loyalitas terhadap negara. Peringatan itu disampaikan di hadapan ribuan anggota dan pengurus koperasi yang memadati Istora Senayan, Jakarta, Kamis (12/7). Kepala Negara menegaskan bahwa seorang pemimpin yang kalah dalam kontestasi lalu mengajak pendukungnya untuk merusak adalah tindakan makar.
Tanpa menyebut nama secara spesifik, Prabowo menyoroti pola perilaku elite yang kerap memicu gejolak pascapemilu. Menurut dia, tradisi berdemokrasi di Indonesia sudah semestinya dijalani dengan kedewasaan dan rasa tanggung jawab.
"Kalau ada pemimpin yang kalah lalu menganjurkan untuk merusak, itu namanya pemimpin pengkhianat," ujar Prabowo dalam pidatonya. Ia menambahkan, tindakan semacam itu bukan hanya melukai demokrasi, tetapi juga mengkhianati amanat rakyat yang telah memilih.
Pernyataan paling keras muncul saat Prabowo menyinggung soal konsekuensi jangka panjang. Ia meyakini bahwa setiap pengkhianatan terhadap bangsa dan negara akan berujung pada hukuman yang setimpal, meskipun tidak melalui proses pengadilan formal.
“Saya percaya pada hukum karma. Siapa yang berkhianat, siapa yang merusak, akan mendapat balasannya,” tegasnya. Kalimat itu disambut tepuk tangan panjang dari hadirin. Prabowo juga mengingatkan bahwa sejarah Indonesia mencatat para pengkhianat selalu berakhir tragis.
Di luar kritiknya, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama gerakan koperasi yang berakar di masyarakat, untuk menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan.
“Kita ini bangsa besar. Jangan sampai kita dipecah belah oleh ambisi segelintir orang,” kata Prabowo. Ia meminta para pengurus koperasi untuk aktif menyebarkan nilai-nilai gotong royong dan menangkal narasi kebencian yang bisa memecah belah.
Momen peringatan Hari Koperasi tahun ini memang sengaja dijadikan ajang konsolidasi kebangsaan. Pemerintah ingin mengingatkan bahwa stabilitas politik dan keamanan adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan, termasuk sektor koperasi yang menaungi puluhan juta anggota.
Sejumlah peserta mengaku terkejut dengan kerasnya pernyataan Presiden. “Baru kali ini saya dengar Presiden bicara begitu tegas di acara koperasi. Biasanya isinya soal ekonomi,” ujar Siti Marfuah, ketua koperasi dari Jawa Tengah. Ia menilai sentilan itu menandakan kekhawatiran serius pemerintah terhadap potensi konflik pascapemilu.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, menilai pernyataan Prabowo merupakan sinyalemen kepada pihak-pihak yang masih bermain di luar jalur konstitusi. “Ini peringatan terbuka. Beliau ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk upaya penggulingan kekuasaan lewat jalan kekerasan,” kata Boni.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari partai politik atau tokoh yang merasa disindir oleh pernyataan Presiden. Pidato Prabowo di Hari Koperasi dipastikan akan menjadi bahan diskusi panas di parlemen dan media sosial dalam beberapa hari ke depan.